HARJAMUKTI, (KC).-
Tingginya keuntungan yang didapat mendorong petani beralih menjadi pembudidaya ikan lele. Selain karena hanya memerlukan waktu yang tidak lama untuk memetiknya (panen), lele dapat dijual dengan mudah di pasar.
Ini terungkap ketika masyarakat kelompok budidaya lele dumbo di RT 01/RW 01, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon melakukan panen, Kamis (26/6/2014). Dari budi daya ini, diperoleh hasil panen mencapai sekitar 1,2 ton dengan keuntungan bersih sekitar Rp 5 juta untuk setiap kolamnya.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian dan Perkebunan (DKPPP), Maharani Dewi mengungkapkan, untuk satu kali panen dari satu kolam yang dikelola selama 45 hari menghasilkan uang sebesar Rp 15 juta. “Hanya setelah dihitung-hitung dengan biaya operasional dan lainnya, dari pendapatan Rp 15 juta mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 5 juta,” kata Dewi.

Mengingat keuntungan budidaya lele dumbo yang menguntungkan tersebut, Dewi merencanakan, ke depan usaha lele ini dijadikan salah satu pendapatan untuk daerah (PAD). Pihaknya berharap efek positifnya mendorong perekonomian rakyat. “Yah ini baru rencana, tapi saya tidak menutup kemungkinan hal dapat terealisasi untuk tahun depan,” ujar Dewi.

Hal senada dikatakan Kabid Kelautan Perikanan DKPPP, Dedi Kusriadi. “Selama ini ada beberapa kelompok masyarakat yang mendapatkan pembinaan dan pengawasan dari dinas agar mengerti pola budidaya lele. Harapannya nanti keuntungan juga dapat diperoleh sesuai target,” ujarnya.

Sejauh ini, disebutkan Dedi, kelompok budidaya ikan lele paling banyak di Kecamatan Harjamukti. Menurutnya, untuk bertenak lele tidak perlu membutuhkan keahlian khusus. Modal utama, rajin memberikan makan. “Intinya rajin memberi makan saat pagi dan sore, karena proses ternak seperti ini adalah menunggu,” jelas Dedi.(C-21)