illustrasi

SUMBER, (KC).-
Menjelang Ramadhan, pasar tradisional semakin ramai diserbu pengunjung. Selain memasok bahan pokok dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga. Hari pertama berpuasa juga menjadi momen penting seluruh elemen masyarakat untuk berbuka bersama keluarga di rumah.

“Biasa untuk buka puasa di hari pertama. Menunya yang enak-enak dulu sekaligus kami menyambut puasa,” ujar salah seorang pengunjung di pasar Pasalarang Kabupaten Cirebon, Yuyun, Kamis (26/6/2014).
Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok cukup menjadi kendala bagi masyarakat. Namun, hal ini tidak menyurutkan Yuyun untuk membelinya demi keharmonisan keluarga.

Sementara itu, sebagian pengunjung juga tak tanggung-tanggung membeli kebutuhan pokok untuk stok selama satu bulan Ramadhan. Keputusan ini diambil dengan harapan selama menjalankan ibadah puasa tidak terganggu atau lebih khusyuk tanpa direpotkan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pengunjung lain di Pasar Sumber Kabupaten Cirebon, Mira, mengaku dirinya lebih memilih belanja untuk kebutuhan selama satu bulan penuh. Artinya, tidak perlu repot-repot lagi belanja ketika bahan pokok sudah habis. “Kalau stok habis sementara harga terus naik kan juga repot. Sementara kami harus memikirkan yang lain seperti perlengkapan sekolah anak-anak juga. Jadi pas puasa kita semakin semangat nyari rejekinya,” tukas Mira.
Ia pun berharap, dalam momen puasa ini tidak ada lonjakan harga yang signifikan kembali. Sebab, meningkatnya kebutuhan rata-rata belum diimbangi dengan pendapatan masyarakat khususnya karyawan. “Kebanyakan puasa malah minim kegiatan dan otomatis perusahaan harus mencari cara lain agar produknya laku,” sahut salah seorang karyawan di pabrik rotan ini.

Beras naik
Sementara itu, harga beras di sejumlah pasar tradisional dari berbagai kualitas beras alami kenaikan rata-rata Rp 500 per kilogram. Kenaikan tersebut mulai dikeluhkan pedagang dan konsumen.
Untuk harga beras premium, yang sebelumnya Rp 8.300 per kilogram, saat ini berada di kisaran Rp 8.800/kg, seperti IR64. Sedangkan harga beras kualitas biasa dari semula Rp 8.200 – Rp 8.600/kg. Sedangkan harga beras kualitas super seperti Pandan Wangi dari semula Rp 10.200, naik menjadi Rp10.700/kg.

“Naiknya hanya Rp 500 per kilogram. Pasokan beras Cianjur masih kebanyakan pasokan beras lokal. Saya biasa dipasok dari Kecamatan Ciranjang,” kata Dayat (48), pedagang beras Pasar Muka Cianjur, Selasa (24/6/2014).
Dayat mengatakan, sebetulnya kenaikan lebih disebabkan belum memasukinya masa panen, meskipun kondisi cuaca juga cukup berpengaruh. “Cuaca ikut berpengaruh juga. Tapi kenaikan saat ini lebih karena belum masuk masa panen,” ucapnya.

Meskipun demikian, Dayat dan beberapa pedagang beras lainnya mulai mengkhawatirkan kenaikan akan semakin menjadi hingga Lebaran nanti. pasalnya, di sejumlah wilayah saat ini sedang musim tanam sehingga biasanya mengandalkan beras dari stok sekitar seperti Sukabumi.(C-23/PRLM)