TUKDANA, (KC).-
Dua gedung sekolah yang berada di Kecamatan Tukdana, yakni SDN Sukamulya 1 dan SMPN 1 ATAP Tukdana dibobol maling. Pelaku yang beraksi dalam satu malam di Bulan Ramadhan, berhasil menggondol belasan alat-alat elektronik dengan cara mencongkel pintu dan merusak teralis jendela di ruang laboratorium dan kepala sekolah.

Akibat kejadian itu, ditaksir pihak sekolah menderita kerugian hampir 200 juta. Kendati begitu, polisi yang datang ke lokasi setelah mendapatkan laporan sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari beberapa guru serta saksi sebagai bahan penyelidikan selanjutnya.

Keterangan yang berhasil diperoleh KC, Rabu (16/7/2014) menyebutkan, peristiwa pencurian dengan pemberatan (curat) ini diketahui sekitar pukul 06.00 WIB , Selasa (15/7/2014) kemarin oleh Nawiyah (51 tahun), seorang guru honorer sekolah setempat.

Saat itu, Nawiyah terkejut melihat pintu laboratorium terbuka. Karena penasaran dia pun mendatangi ruangan tersebut. Dan setelah dilihat ternyata sejumlah alat elektronik berupa komputer dan lain-lain sudah tidak bereda ditempatnya lagi.

Dia pun lantas bergegas memberitahukan guru lainnya yang sudah datang menyusul dirinya. Beberapa guru yang mendapatkan laporan kemudian mendatangi ruangan yang disebutkan. Mereka keget yang kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada kepala sekolah SMP.

Mengecek
Mendapatkan laporan, kepala sekolah langsung ke lokasi untuk mengecek kebenaran yang kemudian melaporkanya kepada petugas di Mapolsek Tukdana. Sejumlah polisi bersama anggota unit Identifikasi dari Polres pun melucur ke lokasi sekolah itu, usai menerima laporan.

Di tempat tersebut polisi langsung melakukan olah TKP serta meminta keterangan terkait hilangnya belasan barang elektronik ini. Saat dilakukan identifikasi ternyata, peristiwa kehilangan  bukan saja terjadi di SMPN 1 Atap saja, namun juga di sekolah SDN 1 Sukamulya yang letaknya berdekatan.
Dari hasil olah TKP diketahui jika di SMPN 1 Atap, ada 9 CPU dan monitor yang hilang, termasuk 1 unit perangkat komputer cinema edution, 1 infocus, 1 unit CPU type dual core. taksir akibat pencurian ini pihak sekolah merugi sebesar Rp. 180.000.000,-.

Peristiwa yang sama terjadi di SDN Sukamulya I, Kecamatan Tukdana. Di tempat ini pelaku membawa kabur sedikitnya 3 monitor bersama 3 CPU-nya. Pelaku yang berhasil masuk ke ruangan sekolah dengan cara merusak teralis jendela sekolah yang kemudian membawa kabur barang elektonik inventaris sekolah tersebut.

Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Wahyu Bintono melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Wisnu Perdana Putra dan Kapolsek Tukdana, Ajun Komisaris Alka Nurani mengatakan, jajarannya yang datang ke lokasi kejadian usai mendapatkan laporan dari pihak sekolah.

Di tempat itu sudah pula dilakukan olah TKP dengan meminta keterangan sementara dari saksi yang dilanjutkan dengan mengindentifikasi di dua tempat berbeda. Hal ini guna pendalaman kasus serta sebagai bahan penyilidikan dan penyidikan. “Saksi sudah kita mintai keterangan. Peristiwanya sedang kita dalami untuk mengetauhi pelakunya, ” kata dia.(C-27)