kabar-cirebon.com

KEJAKSAN, (KC).-

Harga beras pada sejumlah pasar tradisonal di Kota Cirebon terdongkrak naik seiring musim paceklik. Naiknya harga beras ini diakibatkan pasokan beras dari daerah penghasil beras mengalami penurunan.

Berdasarkan pemantauan KC,  Selasa (8/7/2014) pada sejumlah pasar tradisonal menyebutkan, kenaikan harga beras hampir terjadi pada semua jenis beras. “Dalam tiga hari ini harga beras naik lagi. Kemarin, harganya masih berkisar antara Rp 8.200-Rp 9.500 per kilogram, sekarang naik di kisaran Rp 8.700-Rp 10.500 per kilogram,” terang Aminah, pedagang beras di Pasar Harjamukti Kota Cirebon kepada KC.

Menurut Aminah, kenaikan harga beras yang terjadi sekarang ini dipengaruhi pasokan beras dari daerah penghasil beras yang cenderung menurun. “Lagi pada gagal panen kali ya? Atau mungkin menjelang Hari Raya Idul Fitri, sehingga harga beras ikut terdongkrak naik,” katanya.

Meski harga naik, dikatakan Aminah, permintaan cendrung stabil. “Tidak ada penurunan, bahkan pada Ramadhan ini kosumsi beras masyarakat cenderung naik dari hari biasanya,” ujarnya.

Kondisi serupa juga diungkapkan Hj. Yati, pemilik grosir beras di Jalan Kanggraksan Kota Cirebon. “Naiknya memang tidak sekaligus, tapi bertahap. Dua hari kemarin, harga beras standar masih Rp 8.000 per kilogram, kemarin naik jadi Rp 8.500, dan hari ini (Selasa,Red) naik lagi jadi Rp 8.800 per kilogram,” ujarnya.

Di sejumlah pasar tradisional, harga beras yang mengalami kenaikan mulai dari kualitas sedang yang kini dijual antara Rp 8.700-Rp 9.000 per kilogramnya. Padahal sebelumnya harganya  masih di kisaran antara Rp 8.000- Rp 8.200 per kilogram. Sedangkan, untuk beras kualitas super di pasaran harganya telah menyentuh Rp 10.500-Rp 11.500 dari sebelumnya Rp 9.200-Rp 9.800 per kilogramnya.(C-11)