SUMBER, (KC).-

Menjelang Idul Fitri 2014, pasokan gas elpiji tiga kilogram untuk Wilayah III Cirebon (ciayumajakuning) ditingkatkan hingga 600 persen. Namun pemerintah dan pihak terkait lain diharapkan turut mengawasi pendistribusian pasokan tersebut agar tidak terjadi penyelewengan di tingkat pengecer yang kerap menjadi pemicu kelangkaan.

Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Wilayah III Cirebon, Fauzi mengatakan, pihaknya mendapat pasokan tambahan dari Pertamina selama Juli. “Dengan tambahan ini, kelangkaan seharusnya tidak terjadi menjelang dan sesudah Idul Fitri,” katanya belum lama ini.

Menurut Fauzi, pasokan tambahan tersebut dibagi menjadi tiga segmen. Pada pekan kedua Juli, pasokan ditambah 150 persen dari kuota normalnya. Begitu pula pada pekan ketiga. Pasokan tambahan terbesar akan dialokasikan pada pekan keempat atau H-7 Idul Fitri. “Pekan terakhir sebelum Idul Fitri ada tambahan 300 persen, jadi total pasokan tambahan selama Juli mencapai 600 persen,” ucapnya.

Fauzi menambahkan, pasokan tambahan tersebut cukup untuk menutupi peningkatan konsumsi gas elpiji tiga kilogram selama Ramadan dan Idul Fitri. Dengan begitu masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan meskipun permintaan pasar meningkat.

Hal senada diungkapkan Ketua Hiswana Migas Wilayah III Cirebon Muthfi. Ia menegaskan, kuota dasar saja sebenarnya sudah bisa menutupi kebutuhan masyarakat pada kondisi normal. Meksipun demikian, kata Luthfi, pihaknya selalu mengantisipasi meningkatkan kebutuhan di saat tertentu seperti Ramadan dan Idul Fitri.

“Oleh karen itu pasokan tambahan disediakan untuk memenuhi tambahan kebutuhan dan jaga-jaga agar terhadap kemungkinan keterlambatan pasokan pascalebaran akibat kemacetan arus mudik dan arus balik,” katanya.

Luthfi menilai, kelangkaan tidak mungkin terjadi dengan adanya tambahan pasokan tersebut. Jika terjadi, Luthfi yakin pemicunya ada pada pendistribusian di tingkat pengecer. Agen dan pangkaan tidak akan berani bermain dengan pasokan, karena mereka terikat peraturan yang ketat dengan Pertamina. Jika terbukti menyelewengkan pasokan atau menimbun, agen dan pangkalan pasti akan kehilangan ijin usaha dan kuota dari Pertamina.

Siaga tangki

Hal itu pula yang kemungkinan terjadi saat terjadi isu kelangkaan gas tiga kilogram di beberapa wilayah Kota Cirebon Ramadan yang lalu. “Juni kemarin, kami juga mendapat tambahan pasokan sampai 450 persen dari Pertamina. Jumlah sebesar itu tak mungkin hilang jika tidak ada penyelewengan di tingkat pengecer,” ujarnya.

Sementara itu terkait antisipasi kemacetan selama arus mudik dan arus balik, Luthfi menegaskan, Hiswana Migas Wilayah III Cirebon sudah menyiagakan sejumlah tangki cadangan di beberapa Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).

Tangki tersebut disediakan sebagai kantung pengisian tabung para agen jika truk tangki pertamina terjebak kemacetan dan terlambat sampai ke SPPBE.

Menurut Luthfi, di Wilayah III Cirebon saat ini ada sekitar 15 SPPBE. Masing-masing akan menyediakn tangki cadangan berkapasitas 50.000 kilogram bulk elpiji.(PRLM/KC)