MAJALENGKA,(KC).-

Sejumlah petani di Blok Sukamelang, Desa Babakan serta Palasah Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka terpaksa melakukan panen dini,meskipun kondisi padi mereka masih hijau akibat sawah mereka mengalami kekeringan.

Menurut sejumlah petani yang ditemui di sawahnya, Minggu (6/7/2014), panen dini terpaksa dilakukan, karena kalau tanaman dibiarkan hingga menguningpun, tetap kondisi bulir tidak akan lebih baik. Bulir padi banyak yang hampa, kalaupun berisi tidak maksimal, kecil dan tipis, karena kondisi tanah sawah sudah mengering dan retak-retak sejak dua bulan lalu.

Ratusan hektar usia tanaman padi di Blok Sukamelang dan Palasah ini hampir memasuki tiga bulan, namun akibat kekeringan sejak tanaman masih berumur satu bulan, kondisi tanaman akhirnya kecil, pendek dan tidak berkembang biak. Bahkan sebagian areal ketinggiannya baru sekitar 30 cm, sebagian lagi baru berbunga dan sebagian menguning yang diakibatkan oleh dampak kekeringan tanah.

“Kalau dibiarkan tidak dipanen hingga beberapa hari kedepanpun kondisi bulir padi tidak akan lebih baik, tetap kecil dan hampa. Makanya ya hijaupun kami panen saja,” ungkap Nesti.

Hal yag sama diungkapkan Hati, petani lainnya yang sedang memanen sawah tidak jauh dari areal sawah milik Nesti.Bahkan sawah milik Hati kondisinya jauh lebih parah karena letaknya berada di bagian paling ujung dari jalan serta posisi lahannya sedikit lebih tinggi sekitar satu meteran, sehingga aliran air sulit naik. Diapun kini terpaksa memanen sawahnya ketika kondisi buah masih kehijauan.

Namun Hati dan suaminya serta buruh panen lainnya memilih membiarkan sebagian tanaman padi yang masih benar-benar hijau dan belum berisi dengan harapan ada hujan, sehingga bulir padi masih bisa berisi, agar kedepan bisa dipanen lagi.

“Karena kekeringan jadi pertumbuhan tanaman padipun tidak sama, ada yang sudah mulai menguning, ada yang berisi tapi masih hujau ada pula buah yang belum berisi, terlebih ketika baru tanam sebagian tanaman diserang tikus jadi sebagian adalah tanam ulang, makanya ya tumbuhnya tidak sama, yang belum berisi kami biarkan tidak dipanen mudah-mudahan masih bisa tumbuh,” ungkap Hati.

Tak maksimal

Menurut mereka, curah hujan sudah berhenti sejak beberapa bulan lalu.Padahal di sebagian wilayah Majalengka lainnya terutama di bagian selatan curah hujan masih tetap ada.“Aneh di Majalengka selatan terus hujan di kami malah tidak pernah turun hujan,” kata Hati.

Akibat panen dini tersebut hasil panenpun tidak maksimal, para petani belum bisa meramalkan berapa pendapatan gabah dari lahan sawah yang dipanennya. Yang pasti menurut mereka, akibat kekeringan tersebut, rumpun padi tidak berkembang, gabah banyak yang hampa, dari satu rumpun yang jumlahnya 5 tangkai paling bila dihitung yang bulir padinya bagus hanya dua hingga tiga tangkai saja. Bahkan beberapa petani di Desa Palasah terpaksa membabat sawahnya untuk pakan ternak sapi. Aalsannya kondisi tanaman sudah tidak memungkinkan bisa tumbuh dan berbuah.(C-31)