LEMBAGA Swadaya Masyarakat (LSM) Silaturrahmi Indramayu Bersatu (SIB) sambangi penderita hydrocephalus. Bahkan, kunjungnnya juga ke beberapa penderita luka bakar. Kunjungan yang dilakukannya ini merupakan agenda terhadap masyarakat kurang mampu serta meyerahkan bantuan dari para penyumbang. Termasuk menawarkan pendampingan untuk kesembuhan penderita.

Ketua LSM SIB, Nanang Hadi Samsudin mengatakan, salah satu kegiatan yang dilakukannya itu merupakan agenda yang memang menjadi tujuan utama dalam memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Adapun bentuk bantuan yang diberikan yakni memberikan bantuan langsung kepada pasien, serta memberikan pendampingan terhadap pasien dan keluarganya.

“Itu merupakan salah satu tujuan dibentuknya LSM SIB di bawah naungan Yayasan Silaturrahmi Indramayu Bersatu (Yasib) yang bergerak di bidang Sosial Masyarakat. Kemarin kami merealisasikan bantuan dari para donasi yang sekaligus juga ingin melihat secara langsung keadaan para pasien,” ujar Nanang.

Pihaknya boleh di bilang sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan programa kesehatan dan kesejahteraan kepada masyarakat. Bahkan diakui pula selama ini hanya baru beberapa saja yang sudah menjadi donator tetap.

Mau peduli

Untuk itu, dia berharap ke depan akan semakin bertambah masyarakat yang mau peduli terhadap keadaan sekitar sehingga saling berbagi antarsesama dan sebagai bentuk kepedulian kita bersama terhadap warga tetangga. “Harapan kami akan banyak lagi yang peduli terhadap keadaan seperti apa yang sering kami temukan di lapangan selama ini. Insya Allah kami juga selalu berjalan bersama dengan program pemerintah”. Ucapnya.

Ditambahkan Nanang, saat ini pihaknya juga baru saja mendapatkan laporan adanya balita yang mengidap hydrocephalus yang bernama Syahid Nurhadi (3 bulan) merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Calim (22 tahun) dan Ny. Suemi alias Slamet (17 tahun), Warga Desa Pagirikan Pecantilan, RT 21 RW 07, Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu.

Sementara orang tua korban tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Karena ekonomi, keluarga penderita mengaharapkan ada bantuan terghadap keadaan anaknya itu. “Sebagaimana kita ketahui bersama program pemerintah hanya menjamin bagi pasien, namun tidak untuk penunggu pasien atau akomodasinya. Untuk itu, kami alokasikan donasi untuk akomodasi bagi orang yang menunggu pasien jika dirawat di rumah sakit atau saat pasien berada di rumah,” Ucapnya.

Selain berharap adanya masyarakat yang peduli dan menjadi donasi tetap pada lembaganya, Nanang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar menyisihkan sedikit hartanya untuk mereka (masyarakat) yang membutuhkan.***