MAJALENGKA, (KC).-

Tiga pejabat di lingkungan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka serta 10 kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dilengserkan dari jabatannya oleh Kanwi Kemenag Provinsi Jawa Barat.

Informasi yang dihimpun, pejabat itu meliputi Kepala Kantor Kemenag, H Udin Saprudin, Kassubag TU, H Uyun Saeful Uyun dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, HE. Hamdan. Sedangkan 10 kepala KUA tersebar di beberapa kecamatan. Pencopotan itu kabarnya menyusul hasil audit inspektorat dan investigasi Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat serta adanya aduaan dari masyarakat.

Kepala Kantor Kemenang Kabupaten Majalengka H Udin Saprudin ketika hendak dikonfirmasi sedang tidak ada di tempat. Bahkan saat dikontak melalui ponselnya aktif namun tidak memberikan jawaban. Termasuk saat dihubungi melalui pesan singkatnya tidak memberikan jawaban apapun.

Saat didatangi di kantornya, menurut stafnya pribadinya, yang bersangkutan sedang ada acara di Jatiwangi. “Bapaknya sedang ada acara di Jatiwangi. Tapi kalau tadi pagi ada ke kantor, tapi langsung pergi lagi,” katanya.

Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Kemenag Majalengka, Taufik ketika diminta penjelasan terkait pencopotan tiga pejabat dan sepuluh kepala KUA ditemuai di ruang kerjanya juga tidak ada. Namun saat dikontak via ponselnya mengaku tidak mengetahui persoalan kabar tersebut. “Mohon maaf saya tidak tahu masalah pemecatan itu, karena suratnya kami tidak menerima,” paparnya.

Menurut dia, kalaupun memang benar informasi itu pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan kabar tersebut. “Sekali saya tidak tahu, masalah itu, silakan aja konfirmasi langsung ke kepala Kantor Kemenag atau ke Kanwil Provinsi Jabar,” pintanya.

Sementara Kasi Pendidikan Madrasah, HE. Hamdan ketika dikonfirmasi mengaku sedang berada di luar kota dan dirinya menyarankan agar meneliti kabar itu ke Bagian Kepegawaian Kemenag Kabupaten Majalengka. “Kebetulan saya lagi di Bandung. Kalau mengenai informasi penonaktifan jabatan coba cek aja di Bagian Kepegawaian,” tuturnya.

Staf Bagian Kepegawaian Kantor Kemenag Majalengka saat didatangi mengaku tidak mengetahui kabar adanya pencopotan terhadap pimpinannya. “Baru tahu saya sekarang informasi itu dari wartawan. Jadi, saya tidak tahu masalah itu,” ujar dia yang enggan disebut jati dirinya.

Sementara itu, salah seorang sumber di Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka membenarkan adanya penonaktifan pejabat di lingkungan Kantor Kemenag Majalengka. “Saya dapat kabar dari Kanwil betul ada tiga. Dan surat pemberhentian itu diberikan langsung kepada yang bersangkutan, jadi tidak melalui kantor,” ungkapnya.

Dikatakan dia, pejabat yang dipecat itu, kepala Kantor Kemenag dipensiunkan secara dini, namun secara hormat. Sedangkan kepala Kassubag TU setelah dinonjobkan ia memilih pensiun dini karena memang waktu pensiun tinggal beberapa tahun lagi. Sedangkan Kasie Mapenda sama dinonaktifkan tapi tidak memilih pensiun dini. “Informasi terkini itu kepala Kantor Kemenag itu mengajukan banding ke Menpan RB terkait keputusan tersebut. Batas gugatan itu paling lambat dilakukan pada 15 Agustus 2015 mendatang,” tuturnya.

Peringatan

Selain tiga pejabat penting di Kemenag, kata dia, ada sepuluh kepala KUA diberhentikan dari jabatannya. Sedangkan sisanya ada 16 kepala KUA di Majalengka mendapatkan peringatan dari Kanwil. “Jumlah total KUA di Kantor Kemenag Majalengka itu ada 26, sepuluh dicopot dan sisanya mendapatkan peringatan,” paparnya.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat HM. Atoillah membenarkan adanya pemberhentian itu melalui surat sanksi terhadap para pejabat dan kepala KUA Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Surat pemberhentian itu telah diserahkan beberapa hari lalu melalui Bagian Kepegawaian.
“Kami hanya menerima surat tersebut dari Irjen Kemenag RI, setelah itu langsung dikirim ke Majalengka. Bahwa memang ada pemberhentian terhadap tiga pejabat,” ungkap Atoillah.(C-31/C-30)