Oleh Fanny Krishna-Kabar Cirebon

POHON bambu tidak ada matinya. Beragam kreasi bisa diciptakan dari tanaman yang mampu tumbuh di mana pun ini. Dan, para pemuda dari Jatitujuh, Majalengka bisa menciptakan kreasi unik dari pohon bambu tersebut.

Adalah Komunitas Kaputren Kampung Bambu Desa Putri Dalem yang memiliki ide menciptakan alat musik dari pohon bambu. Bambu-bambu yang kuat dipotong kemudian dibentuk menjadi beragam alat musik yang bisa dimainkan, yaitu gitar, gambang, biola, maupun perkusi.

KC sempat bertemu dengan komunitas ini ketika bertandang ke rumah dinas Bupati Purwakarta, H Dedi Mulyadi pada Selasa (29/9/2015). Di hadapan Dedi, salah satu anggota komunitas memainkan alat musik tersebut. Dengan sigap, Dedi tak mau kalah dan ikut memainkan gitar. Terdengar alunan harmoni dari alat musik tersebut.

“Ini kreasi dari para pemuda yang harus didukung, saya bangga atas kerja keras kalian dalam membuat alat musik ini,” ujar Dedi.

Beberapa detik kemudian, Dedi mengeluarkan sejumlah dana untuk membantu para pemuda ini membuat lebih banyak alat musik serupa.
“Saya hargai kerja keras kalian. Para pemuda zaman sekarang harus mampu menciptakan peluang, ini merupakan peluang yang bagus. Sebab, menciptakan peluang dengan membuat alat musik dari bambu belum terdengar dan saya yakin akan banyak masyarakat yang berminat,” ujarnya.

Ketua komunitas, Asep, mengungkapkan, dirinya dan beberapa anggota komunitas sengaja datang ke Purwakarta untuk menemui Dedi. Kepada Dedi, Asep mengungkapkan komunitas ini sulit untuk memasarkan produk karena ketiadaan modal untuk membuat lebih banyak lagi alat musik.
“Harapan kami besar, tapi kami tidak punya modal banyak untuk membuat alat musik lebih banyak lagi, juga untuk memasarkannya,” beber Asep.

Atas bantuan modal awal dari Dedi, Asep juga mengharapkan mereka akan lebih bertambah lagi semangatnya untuk mengembangkan usaha ini.
“Mudah-mudahan bantuan dari Pak Dedi ini bisa membuat kreasi kami dikenal masyarakat luas,” harap dia.

Asep mengungkapkan, awalnya ia dan teman-teman lainnya ingin mencetak generasi muda Majalengka untuk bisa kreatif dengan membuat berbagai seni kerajinan.
“Awalnya mengumpulkan pemuda melalui workshop Yayasan Konser Kampung Jatitujuh Majalengka. Alhamdulillah kini mereka sudah membuat handicraft, miniatur, gitar, celempung, gambang, biola dan perkusi,” tambah Asep.***