CIREBON, (KC).-

Puluhuan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Diskusi Mahasiswa 45 (FORDISMA) berunjuk rasa di simpang empat jalan Pemuda, Kota Cirebon, Selasa (6/10/2015) siang.

Mereka menuntut penegakkan Hak Azasi Manusia (HAM) terhadap salah seorang petani yang sekaligus aktivis anti-penambangan liar di Lumajang, Jawa Timur, Salim Kancil yang tewas dianiaya.

Mahasiswa menilai, HAM yang merupakan hak untuk melindungi seseorang agar tidak disakiti secara fisik. Bagi pelanggarnya pun, pastilah dibumihanguskan sesuai Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 Bab II tentang azas-azas pasal 2. Namun hal itu menurut massa tidak berlaku di Lumajang. Sebab, Salim Kancil justru tewas dianiaya puluhan preman yang diduga suruhan kepala desa setempat.

“Ini menandakan tidak tegasnya penegakan HAM di negara kita. Kepala desa yang seharusnya melindungi warganya, justru menyuruh orang untuk menganiaya warganya sendiri hingga tewas,” ujar koordinator aksi, Abun Fajar.

Selain itu menurutnya, aksi pelanggaran HAM juga terjadi saat Salim Kancil melaporkan kepada petugas kepolisian setempat saat dirinya menerima ancaman. Namun tidak ada tindakan apapun dari kepolisian. Andai saja, kata dia, laporan tersebut cepat ditindaklanjuti peristiwa tragis tersebut tak akan menimpa Salim Kancil. “Jelas polisi tidak melindungi Salim Kancil si aktivis petani,” katanya.

Tangkap dan dihukum

Padahal menurut Abun, aksi penolakan Salim Kancil adalah karena pertambangan yang tanpa izin dan limbah dari penambangan tersebut yang mencemari sungai serta sawah milik para petani. Karena itulah, pihaknya menuntut agar seluruh pelaku penganiayaan segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.

“Kami juga menuntut tegakkan HAM seadil-adilnya dan polisi harus mengusut tuntas kasus ini, jangan tebang pilih. Dan jangan sampai peristiwa semacam ini terjadi lagi di daerah lain, ini cukup menjadi yang pertama dan terakhir,” pungkas dia.

Pantauan KC, dalam aksi tersebut mahasiswa membakar ban bekas sambil berorasi. Mereka meneriakkan untuk segera menangkap dalang dibalik peristiwa tersebut. Mahasiswa pun sempat memblokir Jalan Bypass arah jakarta sebelum akhirnya membubarkan diri dengan tertib.(Imam/KC)

BAGIKAN
Artikel SebelumnyaCita-cita
Artikel Berikutnya30 Aksi Polwan yang Memukau