Haris (55 tahun) mengambil air dari penampungan yang kering di Blok Cadasngampar Kel.Argasunya Kec.Harjamukti Kota Cirebon, Senin (23/11/2015). setiap hari warga sekitar menunggu air dari pagi sampe malam untuk mendapatkan satu derigen air.* Iwan/KC
Haris (55 tahun) mengambil air dari penampungan yang kering di Blok Cadasngampar Kel.Argasunya Kec.Harjamukti Kota Cirebon, Senin (23/11/2015). setiap hari warga sekitar menunggu air dari pagi sampe malam untuk mendapatkan satu derigen air.* Iwan/KC

CIREBON, (KC).-

Meski hujan sudah mulai turun, namun Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, masih saja dilanda kekeringan. Bahkan, di RW 08 Kelurahan Argasunya, sama sekali tidak dapat ditemukan air bersih.

Padahal, di daerah lain permasalahan air bersih mulai teratasi dengan datangnya hujan, meski baru sesekali. Namun, hal tersebut tidak berlaku di Kelurahan Argasunya. Karena warga setempat masih kesulitan mendapatkan air bersih hingga kini.

Sejak awal November lalu, kebutuhan air bersih warga dapat teratasi dengan 20 ribu liter air bersih setiap harinya yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melalui Kantor Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran kepada warga Kelurahan Argasunya, khususnya RW 07 dan 08.

Pelaksana Harian Kantor Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, Pudiyani, mengatakan, pemberian air bersih tersebut sesuai penetapan Walikota Cirebon, Nasrudin Azis.

Menurutnya, Walikota Cirebon menetapkan Kelurahan Argasunya ditetapkan sebagai wilayah yang kekurangan air bersih terutama untuk minum per tanggal 1 Agustus sampai 16 Desember 2015.

“Air bersih dikirimkan setiap pagi dan siang. Satu mobil tangki berkapasitas 10 ribu liter bolak-balik mengangkut air tersebut,” katanya, Rabu (25/11/2015).

Ia  mengatakan, pihaknya akan terus mengirimkan air bersih tersebut hingga 16 Desember mendatang sesuai penetapan walikota. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Provinsi Jawa Barat memperkirakan curah hujan di Kota Cirebon meningkat di minggu kedua Desember.

“Kalau sampai 16 Desember curah hujan belum juga meningkat kami akan terus memberi bantuan air bersih ke Kelurahan Argasunya, karena memang sudah tupoksi kami sebagai badan tanggap bencana. Sesuai motto kami, BPBD selalu hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dia juga berharap, meski bantuan air bersih yang diberikan tidak sesuai dengan keinginan warga, namun setidaknya dapat meringankan beban masyarakat. Selain itu menurutnya, diharapkan tahun depan permasalahan serupa tidak terjadi lagi di Kelurahan Sunyaragi.

“Mudah-mudahan ada solusi baru dari pemerintah untuk mengatasi kekeringan yang kerap melanda Kelurahan Sunyaragi, sehingga tidak selalu disuplai seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 08 Kelurahan Sunyaragi mengatakan, di wilayahnya air bersih sulit ditemukan. Bahkan menurutnya, untuk keperluan wudlu di masjid setempat, kebutuhan airnya harus disuplai dari PDAM Kota Cirebon.(Imam/KC)