CIREBON, (KC).-

Maraknya nelayan yang menggunakan jaring tidak ramah lingkungan jenis arad dan terkesan minimnya tindakan tegas dari pihak terkait menerapkan sanksi, berdampak rusaknya ekosistem laut dan tambak yang ada di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

Salah satu petambak, Samsuri mengatakan, jaring arad yang digunakan nelayan merusak ekosistem laut. Sehingga perlu adanya tindakan tegas dari pihak terkait.

“Menurut nelayan yang biasa menggunakan jaring arad, dengan menggunakan jaring arad akan mendapatkan ikan berlimpah, bahkan ikan kecil turut terbawa. Sedangkan, petambak sangat membutuhkan ikan kecil untuk menjaga keseimbangan alam,” ujarnya, Jumat (1/1/2016).

Petambak lainnya, Dedi mengaku resah dengan maraknya jaring arad. Maka dari itu diperlukan sanksi tegas bagi penggunanya. “Padahal sudah dilarang pemerintah untuk menggunakan jaring arad, kenapa belum ada tindakan tegas,” tanya Dedi.

Sementara itu, tokoh nelayan Desa Ambulu, Tamsur menjelaskan, maraknya penggunaan jaring arad oleh para nelayan karena mudah dibuat dan mampu menghasilkan ikan yang berlimpah. Maka banyak nelayan yang menggunakan jaring arad.

“Yang dilakukan pemerintah seharusnya memberikan pembinaan bagi nelayan agar tidak menggunakan jaring arad. Karena tidak semua nelayan mengetahui dampak jaring arad tersebut, sehingga dengan seenaknya menggunakan jaring tersebut,” jelasnya.

Masih dikatakan Tamsur, kalaupun ada tindakan tegas berupa penyitaan harus ada penggantian dari pemerintah agar nelayan tidak merugi.
“Kasihan juga jika jaring arad disita akan membebani nelayan membeli jaring yang baru. Saya mengimbau pada seluruh nelayan untuk tidak menggunakan jaring arad, karena mengganggu ekosistem laut,” imbuhnya.(Supra)

BAGIKAN
Artikel SebelumnyaSekretaris
Artikel BerikutnyaLestarikan Budaya Cirebon