LALA Diyah Pitaloka (10 tahun). kembali menyabet menyabet dua medali emas kategori perorangan dan beregu pada kejuaraan Asia yang memperebutkan piala mantan Presiden SBY di Jakarta, Minggu, (28/2/2016).* Jejep/KC
LALA Diyah Pitaloka (10 tahun). kembali menyabet menyabet dua medali emas kategori perorangan dan beregu pada kejuaraan Asia yang memperebutkan piala mantan Presiden SBY di Jakarta, Minggu, (28/2/2016).* Jejep/KC

MAJALENGKA, (KC).-

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa kelas V SDN I Weragati Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka, Lala Diyah Pitaloka (10 tahun). Bocah kelahiran 17 Mei 2005 silam, kembali menyabet menyabet dua medali emas kategori perorangan dan beregu pada kejuaraan Asia yang memperebutkan piala mantan Presiden SBY di Jakarta.

Bahkan, Lala diberikan kehormatan melakukan aksi karate di hadapan SBY memainkan jurus bangau diatas karang. Perlombaan itu diikuti 13 negaa Asia dan 1450 atlit.

Ketua Federasi Karatedo Indonesia (Forki) Kabupaten Majalengka, H Gandrung Sutarno Minggu, (26/2/2016) mengatakan, Lala berhasil merebut dua medali emas dalam kategori perseorangan maupun beregu. “Alhamdulillah ini juara internasional yang kedua kalinya. Setelah sebelumnya Lala berhasil meraih medali emas di kejuaraan Karate Internasional, pada turnamen Banzai Cup Open yang berlangsung di Jerman, pada 10-11 Oktober 2015 yang lalu,” katanya.

Menurut dia, mantan Presiden SBY pada kesempatan itu mengaku kagum dan bangga pada Lala yang telah membawa nama harum Indonesia di dunia internasional. Kejuaraan sendiri digelar pada Kamis 25/2/2016) dan Lala serta rombongan baru akan pulang ke Majalengka pada Minggu, (26/2/2016) ini.

“Pak SBY pada kesempatan itu memberikan tepuk tangan karena kagum melihat aksinya. Lalu beliau berkata kamu memang anak yang luas biasa, Indonesia bangga memiliki anak sepertimu,” kata dia yang menirukan ungkapan mantan Presiden SBY.

Sementara itu, Idi orang tua lala, di balik prestasi membanggakan yang ditorehkan anaknya itu bermula ketika melihat kakak kandungnya, Indriyana sering berlatih karate dan mengikuti berbagai perlombaan. “Motivasi paling besar itu ketika melihat kakaknya kalah dalam pertandingan karate, sejak itulah lala bertekad ingin membalaskan kekalahan kakaknya,” ucapnya.

Lala sendiri pun akhirnya giat berlatih dengan semangat dan motivasi yang tinggi, dengan tidak melupakan belajar di sekolah.

Ditambahkan Idi, sebelum menjuarai di Piala Asi sebelumnya lala Lala juara di Jerman, dua kali menjuari tingkat nasional di antaranya di ajang Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (02SN) dan Piala Mendiknas.

Pelatih Karate Hendra Priatna mengatakan, kemampuan dan bakat yang dimiliki Lala sudah terlihat sejak latihan mengikuti jejak kakaknya. “Lala sendiri orangnya luar biasa. Selain memiliki bakat dari orang tuanya sebagai mantan pesilat, ia pun disiplin dan semangat dalam berlatih,” ucapnya.

Dalam berlatih Karate, kata dia, Lala mempunyai hari Jumat dan Sabtu selama dua jam dan bahkan terhadang ia sendiri datang berlatih sendiri. Adapun dalam mendapatkan medali emas di Jerman dalam turnamen Banzai Cup Open kategori perseorangan. “Kalau bapaknya sendiri Idi bekerja sebagai kepala keamanan di desa Weragati,” ucapnya. (C-26)