Pedagang Pepes kerak tahu menjajakan dagangannya.
Pedagang Pepes kerak tahu menjajakan dagangannya.

Oleh: Ahmad Imam Baehaqi (Kabar Cirebon)

 

SATU lagi pesona kuliner Cirebon yang tidak kalah lezatnya, yaitu pepes intip tahu. Kuliner satu ini berasal dari wilayah Sindanglaut, Kabupaten Cirebon. Pepes intip tahu cocok dijadikan kudapan maupun lauk.

Pepes tersebut terbuat dari intip (kerak) tahu yang diramu dengan bumbu tertentu dan diberi potongan cabe rawit.

Sehingga memiliki rasa gurih, manis dan pedas, yang terasa bercampur di lidah saat memakannya. “Pepes ini dibungkus menggunakan daun pisang dan dimasak dengan cara dibakar, jadi aromanya khas yang harum dan lezat,” ujar salah seorang pedagang Pepes Intip Tahu di kawasan Kesambi, Kota Cirebon, Yani, Kamis (18/2/2016).

Menurutnya, selain rasanya yang lezat, kuliner tersebut mempunyai cerita tersendiri. Dulu, di Sindanglaut banyak terdapat pabrik tahu. Intip (kerak) tahu pada mulanya dianggap sebagai limbah hanya dibuang begitu saja dan dipakai untuk pakan ternak.

Hingga salah seorang penggembala setempat memunguti kerak tahu tersebut dan mencoba membuat makanan dengan bahan dasar intip tahu tersebut.

Secara tak sengaja, penggembala mencampur intip tahu dengan adonan tahu yang dibungkus daun pisang kemudian memasaknya dengan cara dibakar. Setelah matang, olahan intip tahu tersebut dibawanya sebagai bekal dalam menggembalakan ternaknya.

Tak disangka, ternyata rasanya sangat enak. Lalu, sang penggembala pun memberitahu para pemilik pabrik tahu untuk memberikan intip tahu padanya. Penggembala juga memberitahukan pada tetangganya, jika olahan intip tahu kreasinya rasanya sangat enak.

Setelah dicoba, warga setempat pun menyukainya dan beramai-ramai mengumpulkan intip tahu untuk diolah menjadi makanan yang diberinama pepes intip tahu itu. Hingga kini, pepes intip tahu begitu terkenal di masyarakat. Bahkan, makanan tersebut sudah dikenal di mancanegara.

“Setahu saya, pepes intip tahu ini muncul sekitar tahun 1960-an dan mulai dikenal banyak masyarakat tahun 80-an,” ujar salah seorang pedagang pepes intip tahu di Jalan Kesambi, Kota Cirebon, Yani, Kamis (18/2/2016).

Menurutnya, pepes intip tahu sudah merambah hingga ke Tiongkok dan negara timur tengah. Jika didinginkan, pepes intip tahu bisa bertahan selama satu minggu.

Yani mengaku, dalam sehari ia bisa menghabiskan 1.500 bungkus pepes intip tahu. Bahkan, jika di hari minggu, 5.000 bungkus pepes intip tahu miliknya ludes dalam waktu singkat. “Jualan dibantu keluarga, sekitar sembilan orang. Tiap orang tugasnya beda-beda, soalnya beda tangan rasa yang dihasilkan juga beda,” katanya.***