SUBANG, (KC).-

Pengelola jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), PT Lintas Marga Sedaya berjanji seluruh pekerjaan perbaikan jalan termasuk penanganan lokasi longsor, semuanya akan diselesaikan sebelum arus mudik Lebaran.

Hal itu dikatakan Wakil Direktur PT Lintas Marga Sedaya, Hudaya Arryanto, akhir pekan kemarin. Dia mengatakan, perbaikan permanen bagian yang ambles, tepatnya bahu jalan dan lajur emergency tol Cipali, KM 103.400 jalur B arah Cirebon-Jakarta, Rabu, 25 Mei 2016 malam lalu, hingga kini masih berlangsung.

Penanganan yang berlangsung di antaranya pemasangan tiang pancang dan restorasi lereng, timbunan badan jalan. “Pokoknya kami berupaya menyelesaikan secepatnya, seluruh perbaikan jalan termasuk lokasi ambles/longsor ditargetkan selesai sebelum arus mudik Lebaran,” katanya.

Dikatakan Hudaya, dari hasil investigasi sementara, amblesnya bahu jalan/lajur emergency penyebabnya diduga akibat longsor yang terjadi di bagian bawah, pada bagian kaki timbunan jalan tergerus air. Sebab di bagian bawah terdapat aliran Sungai Cibening, posisinya di sisi bawah jalan tol.

Ia menjelaskan, hal ini sebagai dampak dari tingginya intensitas curah hujan pada Selasa-Rabu dini hari (24-25/5/2016) menyebabkan air sungai meluap dan menggerus bagian bawah, sehingga menyebabkan bagian bahu jalan dan lajur emergency ambles.

“Akibat kejadian itu, sementara di jalan arah ke Jakarta KM 103.400 digunakan satu lajur, pengguna jalan diarahkan menggunakan lajur paling kanan mengikuti rambu yang telah dipasang. Sedangkan lajur kiri ditutup sementara karena digunakan untuk aktivitas perbaikan. Kalau jalur A dari Jakarta menuju Cirebon tidak ada masalah, bisa dilewati normal,” katanya.

Seperti diberitakan, bagian yang ambles di KM 103.400 jalur B jalan tol Cipali tersebut yaitu bahu jalan dan lajur emergency. Bagian yang ambles panjangnya sekitar 15 meter hingga 20 meter, dan kedalamannya antara 1 meter hingga 2 meter. Selain tingginya intensitas hujan, diduga gerusan air dari sungai yang meluap menyebabkan bagian bawah dinding tanah tergerus. Sebab aliran sungai berada di bawah badan jalan tol.

“Setiap hujan deras, air sungai sering meluap bahkan sampai ke areal persawahan dan mengikis tanah dinding jalan tol bagian bawah,” kata Jajang, seorang petani yang menggarap sawah tak jauh dari lokasi kejadian.(PRLM/KC)