TIO (kiri), bocah penghirup premium saat ditemani ibunya di Blok Tegalmulia, Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Senin (11/7/2016).* Supra/KC

Oleh Supra Mardodo-Kabar Cirebon

ADA pemandangan yang tak lazim dan membuat terenyuh ketika akan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Karena ketika ada pemotor yang akan mengisi premium (bensin) di tempat tersebut, akan dihampiri seorang bocah yang berpenampilan kusam dan langsung menciumi tanki bensin kendaraan.

Ketika KC melakukan penelusuran, ternyata anak tersebut bernama Tio (9 tahun), warga desa setempat dan rumahnya tak jauh dari SPBU. Didapat informasi, anak dari pasangan Buang dan Ela tersebut, sekitar dua bulan lalu berkeliaran di SPBU dan mencium tangki bensin pemotor yang akan mengisi bahan bakar.

Jika dilihat dari kondisinya, anak kecil tersebut sangat memprihatinkan. Seperti pakaian yang kotor dan kondisi fisik sempoyongan karena mabuk, akibat seringnya mencium bensin dari pemotor yang akan mengisi di SPBU tersebut. Anak kecil itu terlihat tidak normal secara mental, dan parahnya bocah itu sudah kecanduan, sehingga susah jika dilarang.

“Sekitar dua bulan lalu anak tersebut berada di SPBU ini. Meski sudah dilarang tetap saja seperti itu, ya sangat terpaksa dibiarkan saja. Pernah dilarang dan diusir, tapi tetap datang lagi. Terus harus bagaimana lagi,” ujar petuugas SPBU setempat yang enggan disebutkan namanya, Senin (11/7/2016).

Usai melakukan penelusuran di SPBU, KC berkunjung ke rumahnya yang berada di Blok Tegalmulia, desa setempat. Ditemui ibunya, Ela dan neneknya Carmi. Ela menceritakan, anak pertamanya tersebut sangat sulit dinasehati meski sudah dilarang. Bahkan, dengan ayahnya sering dimarahi tapi tetap membandel.

“Ketika usia enam bulan, Tio sakit panas dan kejang. Tak mau hal buruk terjadi saya membawanya ke RSUD Waled dan sempat dirawat hingga setengah bulan. Menurut dokter yang merawat, Tio ada kelainan di bagian otak saraf, sehingga sulit untuk diobati,” cerita Ela.

Dengan menggendong anak bungsunya, Ela kembali menceritakan, setelah dirawat, Tio seperti ada kelainan sehingga saat dinasehati tak dimengerti olehnya. “Saya juga tak tahu awalnya dari mana bisa berperilaku mencium tangki bensin pemotor di SPBU. Tapi sebagai orang tua pasti ingin anaknya hidup normal,” harapnya yang dibenarkan neneknya, Carmi.

Ketika ditanya apakah ada penyakit yang diderita anak tersebut dan memeriksakan ke puskesmas, Ela menjawab tak ada keluhan dari sang anak dan belum pernah ke puskesmas. “Ingin sih berobat sampai sembuh, tapi gak ada uang, terus bagaimana,” keluhnya.***