warga dibantu pengunjung mengangkat korban yang hanyut terbawa arus di objek wisata Goa Lalay, Desa Sukadana, Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, Senin (12/9/2016). Setelah satu jam usaha penyelamatan pria tersebut tidak dapat diselamatkan.* Josa/KC
warga dibantu pengunjung mengangkat korban yang hanyut terbawa arus di objek wisata Goa Lalay, Desa Sukadana, Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, Senin (12/9/2016). Setelah satu jam usaha penyelamatan pria tersebut tidak dapat diselamatkan.* Josa/KC

MAJALENGKA, (KC).-

Setelah sempat ditutup, obyek wisata Goa Lalay (Kelelawar) atau dikenal dengan Green Canyon Majalengka yang berlokasi di Desa Sukadana, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, kembali menelan satu korban jiwa, Senin (12/9/2016).

Korban sendiri tewas akibat hanyut terbawa arus sungai yang mengairi di lokasi goa tersebut. Identitas korban Muhajirin (22 tahun), warga Blok Dukuh Malang RT 06 RW 02 Desa Tukmudal Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon.

Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Mada Roostanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, kejadian ini bermula ketika korban bersama tiga orang rekannya bernama Andri Lala (24 tahun), Fikri (23 tahun) dan Nurhaini (22 tahun)  mendatangi Goa Lalay untuk refreshing. Kemudian korban bersama temannya  Andri meminta izin berenang kepada petugas obyek wisata dan mengizinkannya.

“Korban dan Andri tidak lama kemudian berenang, korban terseret arus dan rekannya berusaha menolong korban dan sempat tertangkap tapi terlepas lagi hingga akhirnya korban tenggelam dan ditemukan tewas,” paparnya.
Setelah itu rekan korban fikri memberikan informasi ke rumah warga untuk meminta tolong yang langsung melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Argapura.

“Anggota kami dari polsek dan warga mengevakuasi korban, dan sekira pukul 18.15 WIB, korban di bawa ke rumah sakit Majalengka dalam keadaan sudah meninggal dunia,” paparnya.

Sebelumnya juga dua orang mahasiswa UIN Jakarta tewas terseret arus sungai Goa Lalay ketika berenang di lokasi tersebut. Kala itu belasan mahasiswa yang datang dari Jakarta sengaja ingin bermain di Goa Lalay tersebut.
Sekadar untuk diketahui, Goa Lalay berada di kaki Gunung Ciremai berjarak sekitar 2 kilometer dari Kecamatan Argapura atau 16 km dari Kabupaten Majalengka. Lokasinya sangat ekstrem karena diapit dua tebing tinggi hingga mencapai kurang lebih 15 km dengan aliran sungai cukup deras. Di lokasi itu juga terdapat air terjun pelangi.

Alasan pemberian nama itu karena saat tersorot cahaya matahari, air terjun akan terlihat warna warni. Sementara di bagian lain, mitos yang berkembang di Goa Lalay terdapat penunggu ular siluman.

Indi, tetua di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) wilayah Majalengka mengatakan, dalam gua itu ada “penunggunya”.
Mitosnya Goa Lalay “ditunggu” oray lalaki (ular laki-laki), berkepala manusia bertubuh ular.

“Dulunya oray lalaki tersebut mendiami wilayah TNGC. Karena sering mengganggu warga sekitar TNGC, oray lalaki dipindahkan ke Goa Lalay,” kata dia.

Sedangkan penemuan Goa Lalay sendiri baru ditemukan belum lama ini oleh para penambang. Tapi Goa Lalay sudah mampu menarik sejumlah wisatan dari berbagai daerah untuk berkunjung.(C-26)