KUNINGAN, (KC).-

Melalui pendidikan setiap generasi memiliki peluang untuk menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya. Karena pendidikan merupakan salah satu jalan yang paling terencana untuk mengikis kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan yang ada di masyarakat.

karaoke-room

“Kami yakin dan menyadari, bahwa pendidikan merupakan komponen yang sangat menentukan kemajuan bangsa. Melalui pendidikan salah satunya, para pendiri bangsa kita dapat memperjuangkan kemerdekaan bagi seluruh bangsa Indonesia. Termasuk dapat meyakinkan dunia, bahwa persamaan hak dan keadilan harus diterima oleh semua bangsa. Semangat mencerdaskan kehidupan bangsa ini bahkan diamanatkan langsung dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” kata Bupati Kuningan, H Acep Purnama, dalam acara pembukaan Workshop Penerapan Digital Learning dalam Proses Pembelajaran, di Sanggar Riang Kuningan, Rabu (7/9/2016).

Menurutnya, sesuai dengan perkembangan zaman yang sangat kompetititf saat ini dunia memasuki era digital. Disadari atau tidak hampir separuh dari kegiatan hidup manusia berhubungan langsung dengan teknologi informasi. Selain berkomunikasi, juga menyampaikan informasi dan memperoleh informasi semua melalui wahana digital. Karena itu sarana internet, e-mail, media sosial telah menjadi kebutuhan hampir setiap orang.

Ketua DPK Korpri Kabupaten Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, menuturkan, dalam kesehariannya generasi sekarang sangat akrab dengan komunikasi berbasis teknologi informasi (TI), mulai dari internet sampai beragam media sosial. Terlebih untuk kegiatan pendidikan pemanfaatan TI harus mendapatkan prioritas. Terutama menuntut kemampuan guru untuk dapat menyediakan media belajar mengajar berbasis TI, dan menjadikan teknologi semakin akrab dengan anak-anak didik, agar mereka memiliki sumberdaya manusia yang unggul di bidangnya masing-masing.

“Pemanfaatan teknologi digital juga akan memberikan ruang yang lebih besar untuk munculnya cara pembelajaran yang kreatif, inovatif dan dapat menumbuhkan minat anak didik terhadap ilmu pengetahuan. Melalui media digital, eksplorasi anak didik boleh dikatakan tidak terbatas. Hal ini tentu harus diimbangi juga oleh wawasan dan kemampuan para guru sebagai tenaga pendidik,” tuturnya.

Sementara itu, Fungsionaris Pengembangan Teknologi Pembelajaran (PTP) Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Barat, Mimin Minarsih dan Fitria, sepakat menyatakan, bahwa media digital merupakan bentuk media elektronik dengan data yang disimpan dalam format digital, misalnya “powerpoint” dan animasi “flash”, “digital book”, “social network” “learning”, “e-learning” dan sebagainya.

“Program powerpoint salah satu softwere yang dirancang khusus untuk menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan dan penggunaan. Selain itu, relatif murah karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat untuk penyimpanan data,” katanya.(C-27)

banner-dishub