Sumber : Pikiran Rakyat

JAKARTA, (PR).- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyerahkan sejumlah hadiah yang ia terima dari perusahaan minyak asal Rusia ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (28/10/2016). Beberapa hadiah yang dia terima di antaranya sebuah lukisan, satu set perangkat minum teh, dan tiga buah plakat. Pemberian ini dilakukan secara berkala melalui pihak ketiga yakni Pertamina.

Menurut Kasetpres Jokowi, Darmansjah Djumala yang mewakili Jokowi menyerahkan hadiah itu, kedatangannya ke KPK atas intruksi langsung dari Jokowi. Menurutnya penyerahan hadiah ini ke KPK untuk memenuhi dan menaati aturan sesuai pasal 30 UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

“Saya melaporkan gift ini kepada ketua KPK langsung, kepada pak Agus (Rahardjo), dan sudah saya serahkan tadi, dan KPK tentu akan melanjutkan gift ini, memproses lebih lnjut sesuai dengan standar yang berlaku,” kata Darmansjah di Gedung KPK, Jumat, 29 Oktober 2016.

Hadiah itu mulai diberikan dari perusahaan Rusia tersebut ke Pertamina sepulangnya Jokowi dari kunjungan ke Rusia beberapa waktu lalu. Meski demikian dirinya tak tahu pasti berapa nilai hadiah tersebut dan apakah ada kaitannya dengan proyek tertentu.

“Tapi kelihatannya mahal. Bagus. Saya juga tidak bisa menduga (ada kaitannya dengan proyek), nanti dibilang suudzon,” ucapnya.

Pihaknya pun mengaku tak berkomunikasi dengan pihak Rusia terkait penyerahan hadiah tersebut ke KPK. “Yang jelas tadi pagi diinstruksikan untuk dilaporkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia di Sochi, Rusia pada 18 Mei hingga Jumat 20 Mei 2016 lalu. Jokowi yang saat itu ditemani para menteri, di antaranya Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan lainnya bertemu banyak tokoh penting selama mulai dari CEO perusahaan Rusia hingga Presiden Rusia Vladimir Putin.

Banyak kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan kerja Jokowi selama tiga hari ini.***