Sumber : Pikiran Rakyat

JAKARTA, (PR).- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Bandan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, seiring dengan meningkatnya curah hujan maka bencana akan meningkat pula. Sutopo mengatakan puncak hujan diperkirakan berlangsung antara Desember 2016 hingga Februari 2017 nanti. Daerah-daerah rawan banjir, longsor, dan puting beliung berpotensi tinggi mengalami bencana.

Dia mengatakan resikonya tinggi karena kerentanan juga masih tinggi sementara itu kapasitas masih terbatas. “Cuaca ekstrem yang bersifat lokal seperti yang telah terjadi di Garut dan Bandung dapat terjadi di mana saja. Terlebih lagi pasokan uap air dari selatan Jawa masih berlimpah karena hangatnya suhu muka air laut Samudera Hindia di selatan Jawa. Banjir bandang dapat terjadi di mana saja saat muncul hujan ekstrem,” kata Sutopo di Jakarta, Minggu 30 Oktober 2016.

Sutopo mengingatkan, kritisnya daerah aliran sungai, minimnya kawasan resapan air, tingginya degradasi lingkungan dan banyaknya permukiman yang berkembang di daerah rawan bencana menyebabkan daerah makin rentan menghadapi bencana. “Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaannya. Cermati peringatan dini cuaca dari BMKG. Perhatikan kondisi lingkungan di sekitar yang dapat berpotensi menimbulkan bencana. Bencana terjadi saat kita tidak siap,” kata Sutopo.

Data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi Penanggulangan Bencana BNPB menunjukkan telah terjadi 1.853 kejadian bencana di Indonesia sejak Januari hingga Oktober 2016. Angka yang cukup besar ini bahkan belum mencakup semua data bencana. Namun angka ini sudah lebih banyak daripada kejadian bencana tahun-tahun sebelumnya.

Sutopo mengatakan pada 2012 ada 1.811 bencana, 2013 ada 1.674 bencana, 2014 terdapat 1.967 bencana, dan 2015 ada 1.732 bencana. “Diperkirakan jumlah bencana selama 2016 akan lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2014,” katanya.