KUNINGAN, (KC Online). –

Pembalap Jawa Barat dari KFC Cycling Team, Agung Ali Sahbana dinobatkan sebagai juara Tour de Linggarjati (TdL) 2016. Meskipun hanya finish di urutan ke 7 pada etape III, Agung tetap mencatat total waktu tercepat, yakni 9 jam 35 menit 5 detik dari semua etape yang dilalui.

Etape III atau terakhir, Minggu 30 Oktober 2016, kemarin, hanya diikuti 58 pembalap yang tersisa dan menggunakan sistem circuit race atau criterium. Para pembalap harus menempuh jarak yang sama dalam beberapa kali putaran. Dalam TdL 2016, criterium terbagi 2 rute dengan start dan finish berlokasi di depan Pendopo Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan.

Pada rute pertama, pembalap menjajal jalur dalam kota sepanjang 5,5 kilometer sebanyak 10 kali putaran. Setelah itu, mereka menempuh pinggiran kota sejauh 19,18 kilometer sebanyak 4 putaran, sehingga total jarak tempuh mencapai 131,72 kilometer. Pada awal lomba, 4 pembalap terbaik menempati urutan start terdepan. Salah seorang di antaranya Agung Ali Sahbana yang mengenakan kaus kuning sebagai pembalap terbaik pada etape sebelumnya.

Rekan setim Agung, Jamal Hibatulah juga berada di garis depan sebagai pembalap Indonesia terbaik dengan kaus merah-putih. Sementara dua pembalap lain di start paling depan adalah Aiman Cahyadi (PGN Road Cycling Team) sebagai raja tanjakan dengan kaus polkadot dan sprinter terbaik berkaus hijau, Hari Fitrianto (Black Ink CCN Laos).

Meskipun demikian, posisi berubah drastis sejak akhir putaran pertama. Hanya Hari yang masih bertahan di tiga besar rombongan pertama. Sementara Agung, Jamal dan Aiman bersaing di rombongan kedua yang berselisih waktu sekitar 3 menit di belakang rombongan pertama. Posisi itu pun bertahan hingga putaran terakhir.

Persaingan ketat TdL 2016 semakin terlihat ketika pembalap Filipina George Luis Oconer (Go for Gold) finish terdepan dengan catatan waktu 3 jam 43 menit 21 detik. Di belakangnya ada pembalap Malaysia Muhammad Zawawi (NSC Mycron Malaysia) dan Hari dengan catatan waktu sama, 03:43:30. Sementara itu Aiman, Jamal dan Agung finish di urutan 5, 6, dan 7 dengan catatan yang sama 04:46:00. Dengan begitu, tak ada satu pembalap dan satu tim pun yang mampu menjuarai satu etape lebih dari satu kali.

Meski hanya menempati urutan ke 7 di etape terakhir, Agung tetap menjadi pembalap tercepat TDL 2016. Dari tiga etape yang ditempuh sepanjang 340,07 kilometer, Agung mencatat waktu terbaik 09:35:05. Di peringkat kedua, Jamal dengan catatan waktu total 09:35:27. Sementara Aiman yang mencatat total waktu 09:35:55, berada di peringkat ke tiga. Sayang kesuksesan dua pembalapnya di urutan teratas, tak membuat KFC juga menjadi tim juara TDL 2016. Dengan catatan waktu rata-rata 05:03:39, KFC hanya menjadi runner up, di bawah tim juara CCN dengan catatan 04:54:16. Gelar raja tanjakan disabet Aiman dengan total 12 poin. Sedangkan gelar sprinter terbaik menjadi milik Hari.

“Kalau di trek lurus saya sulit karena persaingannya sangat ketat, jadi tidak memaksakan diri untuk mengejar posisi di depan. Saya lebih baik fokus amankan kaus kuning dan catacan waktu tim,” ujar Agung Ali Sahbana.

Sementara itu, President of Commissaire Panel Tour de Linggarjati, William Patrict Clinch mengatakan, ada hal-hal kecil saja yang perlu diperhatikan untuk bisa mengadakan kerja sama dengan banyak orang. Meskipun tiga hari rutenya sangat menantang bagi pembalapnya dan tentunya bagi banyak pihak yang terlibat.

“Itu harus diperbaiki sehingga nanti untuk kegiatan berikutnya diharapkan tidak ada lagi jalan yang berlubang. Tidak ada halangan, tidak ada rintangan karena tidak ada peserta lomba yang mempermasalahkan atau mengeluhkan kondisi jalan, sehingga tahun berikurtnya kegiatan seperti ini bisa digelar kembali,” ujar William Patrict Clinch.

Selama pelaksanaan TdL 2016, lanjut William, tidak ada rintangan yang besar karena berkat kerja sama yang besar dan baik dari pihak marshal, kepolisian dan security lainnya.

Terpisah, Bupati Kuningan Acep Purnama mengungkapkan, permohonan maaf kepada masyarakat yang aktivitasnya terganggu oleh pelaksanaan lomba balap sepeda internasional Tour de Linggarjati yang digelar di Kabupaten Kuningan sejak tanggal 28-30 Oktober 2016.
“Adanya kegiatan internasional seperti ini di Kabupaten Kuningan, kami menatap optimisme Kuningan akan dilihat semua masyarakat dari berbagai negara sehingga wujud Kota Kuda dari jendela dunia itu akan semakin nyata,” pungkas Acep.(Agus)