Kepala Desa di 2 Kecamatan Minta ke Pengelola Proyek

MAJALENGKA, (KC Online).-

Kepala Desa di dua Kecamatan Jatitujuh dan Kecamatan Ligung meminta pengelola proyek rehabilitasi Daerah Irigasi Bendung Rentang agar membangun pintu air di sejumlah titik guna mengatasi munculnya banjir di kala musim hujan serta berfungsi juga untuk mengairi areal sawah di wilayanya.

Karena selama ini keberadaan Bendung Rentang tidak banyak memberikan manfaat bagi pengairan sawah di wilayah Majalengka, yang menikmati keberadaan bendung hanya Kabupaten Indramayu dan Cirebon.

Selain itu, para kepala desa pun meminta pengelola proyek memperhatikan analisa dan dampak lingkungan yang bakal ditimbulkan dari pekerjaan yang saat ini sudah mulai berlangsung.

Hal tersebut mengemuka saat dilakukannya Sosialsiasi Amdal Proyek Rehabilitasi Dareah Irigasi Bendung Rentang di Aula Kantor Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka yang dilakukan oleh BBWS dan konsultan proyek terhadap 18 kepala desa di dua Kecamatan Ligung dan Jatitujuh, Jumat (4/11/2016).

Kepala Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh, Toto Suwarto, bahkan memprotes pihak BBWS karena di wilayahnya, tepatnya di Blok Keputren telah terjadi abrasi akibat Sungai Sindupraja hingga lebih dari 500 tanah warga habis.

“Saya sudah melaporkan kasus ini kepada BBWS namun tidak pernah ada tindak lanjut, kalaupun pernah menjanjikan akan membangun bronjong tapi tidak pernah terlaksana sementara tanah warga habis terkikis air,” ungkap Toto.

Tak merendam

Dia pun minta pihak BBWS dan pengelola proyek untuk membuat pintu air diseberang kantor balai desanya, agar di saat terjadi banjir tidak merendam pemukiman warga.

Sealain itu, Toto minta dibangun pintu air di wilayahnya agar air dari SI Cipelang bisa dimanfaatkan pula untuk mengairi areal sawah di tiga desa yakni Putridalem, Sumber serta Desa pangkalanpari.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Ampel, Samsudin yang mengatakan, ada 10 rumah di Blok Sanga-sanga ambruk akibat abrasi sungai, dia pun mengaku sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada BBWS namun belum ada penanganan serius.

Kepala Desa Kedungsari, Suwaryo, memohon pihak BBWS berupaya mengalirkan air dari sungai Sindupraja agar areal sawah di wilayahnya mendapatkan pasokan air. Selama ini untuk mengairi areal sawah harus menggunakan pompa air. “Wilayah Majalengka ini hanya dilintasi saluran induk, sementara airnya dipasok ke Indramayu dan Cirebon,” ungkapnya.

Konsultan BBWS Hartono mengatakan, akan menyampaikan seluruh permohonan para kepala desa kepada BBWS.

Di hadapan para kepala desa, Hartono mengatakan, akan dilakukannya rehabilitasi Dareah Irigasi Bendung Rentang, sebelum pengerjaan akan melakukan studi amdal guna menyajikan rencana kegiatan yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Mengidentifikasi komponen lingkungan yang mengalami perubahan mendasar akibat dari kegiatan, memperkirakan dampak akibat kegiatan terhadap komponen lingkungan, memberikan arahan rencana kerja lapangan dan rencana pelaksanaan.

“Dari sosialisasi amdal ini kami berharap, masyarakat bisa ikut berpartisipasi memberikan masukan, mereka juga bisa memahami secara jelas ihwal pekerjaan yang akan dilaksanakan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, mereka pun bisa berperan aktif dalam pengawasan pelaksanaan pekerjaan, dan ke depan masyarakat pun bisa ikut menikmati hasil pekerjaan,” jelas Hartono.(Tati)