KUNINGAN, (KC Online).-

Sejak beberapa bulan terakhir bisnis jual beli sepeda motor bekas di Kabupaten Kuningan mengalami kelesuan. Hal itu ditandai dengan terjadinya penurunan penjualan rata-rata antara 45-65 persen dibandingkan sebelumnya. Bahkan, kondisi tersebut diperkirakan bakal terus terjadi hingga akhir tahun ini.

Hingga memasuki November ini, penurunan penjualan sepeda motor bekas di beberapa sentra jual beli terus terjadi. Sehingga di beberapa sentra dealer, seperti yang ada di Ciawigebang, Luragung, Kadugede, Jalaksana dan sekitarnya terjadi penumpukan kendaraan, terutama untuk jenis matik.

“Pada awal tahun, biasanya dalam sebulan laku antara 5 hingga 7 motor dalam sebulan, namun sudah dua bulan ini untuk menjual dua atau tiga motor bekas saja susahnya minta ampun,” ungkap Asep Rohani, pemilik dealer motor bekas di Oleced, kemarin.

Penyebab menurunnya penjualan sepeda motor bekas ini, kata Asep, diperkirakan karena beragam hal. Di antaranya karena kondisi ekonomi masyarakat yang sedang kembang kempis atau rendahnya daya beli. Sehingga banyak yang lebih mementingkan untuk memenuhi kebutuhan primer dan menunda pembelian sepeda motor, meski ada anggota keluarga yang meminta dibelikan sepeda motor.

“Bisa jadi juga, pengeluaran warga sejak Juni hingga September banyak terkuras untuk keperluan rumah tangga dan anak-anak. Di bulan-bulan itu kan pengeluaran warga tinggi, karena ada Idulfitri, masuk tahun ajaran sekolah baru hingga perayaan Iduladha yang baru lalu,” katanya.

Menurutnya, meski bisnis jual beli sepeda motor bekas masih punya peluang bagus, namun kian berat seiring dengan semakin mudahnya orang membeli kendaraan baru. Karena sekarang dengan uang muka minimal Rp 500 ribu, warga sudah bisa memiliki sepeda motor baru.
‚ÄúDari segi kualitas dan gengsi, orang lebih memilih membeli motor baru meski secara kredit, ketimbang membeli motor bekas,” ujar Asep.

Pengakuan serupa disampaikan Didi Suhardi, penjual sepeda motor bekas asal Ciawigebang. Menurutnya, setelah sempat mengalami peningkatan saat musim panen raya dan awal tahun, sekarang penjualan sedang seret. “Motor jenis matik masih jadi primadona ketimbang jenis bebek. Orang banyak mencari motor matik bekas, ketimbang jenis bebek. Tapi sekarang memang lagi lesu,” ucapnya.

Untuk motor matik dengan merk-merk terkenal, lanjut dia, harganya masih relatif tinggi. Sementara sepeda motor jenis bebek harga bekasnya masih relatif stabil. “Pokoknya kita harus pintar-pintar melihat kondisi pasar. Saat lagi booming, kami untung. Tapi saat lesu seperti sekarang, mampu menjual satu atau dua unit saja sudah bagus,” ungkapnya.(Raharja)