MAJALENGKA, (KC Online).-

PT Pertamina Pusat mulai minggu ini membangun jaringan pipa distribusi Bahan Bakar Minyak serta pembangunan tangki bahan bakar pesawat di kawasan Bandara Internasional Kerjati untuk melengkapi fasilias bandara yang direncanakan beroperasi tahun 2018. Pembangunan dilakukan dua tahap dan anggaran untuk pembangunan jaringan pipa bahan bakar dan tangki tahap pertama mencapai Rp 113 milyaran.

Pembahasan teknis dilakukan Rabu (9/11/2016) antara PT Pertamina Pusat, PT BIJB serta rekanan Pertamina pemenang tender, PT JGC Indonesia, di Kantor PT BIJB Kertajati.

Menurut Projeck Coordinator Ratail Fctly & Petro, Pertamina Pusat, Petrus Widi Asmoro, saat Kic-Off Meeting Dukungan Infrastuktur Penyimpanan dan Penyaluran Avtur, berdasarkan hasil tender pemenang proyek yang akan mengerjakan jaringan pipa bahan bakar tersebut adalah PT JGC Indonesia. Pengerjaannya akan dilakukan dalam dua fase, fase pertama harus sudah mulai dikerjakan bulan ini dan diharapkan selesai selama 6 bulan ke depan.

Pipa yang akan dipasang untuk saluran utama sebesar 16 inci dengan 60 hindran box, yang nantinya akan ditanam di bawah tanah dengan kedalaman sekitar 6 meteran. Selain itu, akan dipasang tangki bawah tanah dengan kedalaman yang hampir sama. Setelah itu BBM akan disalurkan ke lokasi pengisian yang pada tahap pertama mesin pompa pengisian sebanyak 10.

Bahan bakar tersebut, menurut Petrus, rencananya akan dialirkan dari PT Pertamina Balongan yang jaraknya dianggap paling dekat.
Sedangkan anggaran untuk pembangunan tersebut, menurut keterangan Project Engineer, Project Manajement Departement serta Project Operation Division PT JGC Indonesia, Sentot Dwi Priyanto mencapai sebesar Rp 113 miliaran.

Harus dikebut

Pembangunan jaringan pipa akan dilakukan sesegera mungkin terkait permukaan kawasan bandara yakni apron akan segera dicor, makanya menurut Sentot, kini pekerjaan harus dikebut agar tidak menganggu pengecoran.

“Pemasangan pipa ini akan melaksanakan galian yang kedalaman galiannya mencapai 6 meter, karena pipa dipasang di bawah tanah. Kalau saja pengerjaan dilakukAn setelah pengecoran maka pengerjaan akan lebih sulit dan akan merusak infrastuktur yang sudah ada, ini pula yang sekarang kami bahas,” ujar Sentot.

Untuk pengerjaanya, menurut Sentot, lebih banyak melibatkan tenaga teknis dan mesin, jumlah pekerja diperkirakan hanya mencapai 60 orang.

Sementara itu, Manajer Umum dan Humas, Waspan Wahyu Widodo didampingi Humas UMP PT BIJB, Riskita T Widodo mengatakan, dengan adanya pemasangan jaringan Bahan Bakar Minyak di areal BIJB Kertajati ini menunjukkan semakin lengkapnya sarana dan prasarana untuk beroperasinya bandara di Kertajati.

Pemasangan pipa pengisian bahan bakar ini akan lebih canggih dibanding pengisian bahan bakar pesawat di bandara lain atau hampir sama dengan sistem pengisian bahan bakar yang sudah dilakukan di Bandara Kualanamu. Bedanya untuk BIJB Kertajati pompa pengisian bahan bakar akan lebih banyak karena penerbangan ke Kertajati diperkirakan akan lebih banyak dibanding bandara lain.(Tati)