Oleh Tati Purnawati-KC Online

ANGGOTA Polisi Wanita (Polwan), Satpol PP serta petugas Dinas Perhubungan yang semuanya perempuan melakukan pelatihan membatik, di industri batik Desa Loji, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka selama tiga hari Senin hingga Rabu (7-9/11/2016).

Para peserta pelatihan yang kelompoknya dinamai “Bidadari Pengaman Majalengka” ini mengikuti pelatihan membatik di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Bina Taruna milik pengusaha batik Turwiyati, sebagai upaya persiapan pemeran di Jakarta beberapa minggu ke depan.

Menurut Turwiyati, pelatihan membatik bagi para wanita yang kesehariannya bekerja sebagai petugas pengamanan di masyarakat ini mulai dari pelatihan dasar, serta pengenalan peralatan membatik. Apa saja alat yang digunakan untuk membatik, bahannya apa saja serta bagaimana memegang canting hingga mereka menorehkan malam menggunakan canting di kain yang sudah digambari terlebih dulu diberi gambar.

“Mereka ini juga belajar menggambar di kain sebelum mereka membatik menggunakan malam, batik apa yang mereka sukai, proses membatik yang mereka pelajari hingga ke proses pencucian,” ungkap Entur sapaan akrab Turwiyati.

Tiga hari

Belajar membatik, menurutnya, tidak bisa dilakukan hanya tiap hari, tapi paling tidak dengan waktu tiga hari pun bisa mengenal apa saja alat yang dipergunakan membatik dan bagaimana menorehkan malam menggunakan canting di kain putih, serta bagaimana pewarnaan batik dilakukan.

“Sekadar pengetahuan dasar tentu bisa dna mudah,” kata Entur yang mengaku siap berbagi pengetahuan dengan masyarakat mana pun agar batik lebih dicintai masyarakat Majalengka.

Entur yang sudah lebih dari 10 tahun menggeluti usaha batik mengaku, tahun 2017 mendatang pihaknya akan meluncurkan motif batik “kembang garmen” yang diharapkan motif tersebut bakal disukai konsumen di Majalengka dan wilayah lainnya.***