FGD Prospek Ekonomi Indonesia dan Implementasi Kebijakan 2017 di Gedung BI Cirebon, Rabu (11/1/2017).* Epih/KC

CIREBON,(KC Online).-

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2013-2016, Hendar memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2017 bisa mencapai 5,0 sampai 5,4 persen dibanding 2016.

karaoke-room

Hendar mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di sepanjang 2017 akan ditopang permintaan domestik. Selain, konsumsi masyarakat diprediksi membaik, bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.

“Ini tentu merupakan peluang bagus. Dan kalau dilihat dari pertumbuhannya itu, akan lebih besar ditopang permintaan domestik, selain meningkatknya konsumsi masyarakat yang diprediksikan akan menumbuhkan perkonomian pada 2017 ini,” ungkap Hendar kepada KC, dalam kegiatan FGD Prospek Ekonomi Indonesia dan Implikasi Kebijakan 2017 di Gedung Bank Indonesia Cirebon, Rabu (11/1/2017).

Dampak lain yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2017 ini, lanjutnya, yakni permintaan batu bara yang mengalami peningkatan hingga Desember 2016. “Bila permintaan batu bara sampai saat ini masih bisa bertahan, maka peluang perekonomian Indonesia tahun 2017 sedikit lebih baik dari tahun 2016,” ujarnya.

Menurutnya, dengan naiknya harga batu bara, pihaknya memprediksi akan terjadi permintaan yang tinggi akan komoditas tersebut, sehingga ekonomi Indonesia akan naik.

Lebih lanjut Hendar mengatakan, meski ekonomi diprediksi mengalami pertumbuhan, namun ada beberapa hal yang harus diwaspadai sepanjang 2017. “Pada lingkup domestik misalnya, kalau saja kenaikan harga komoditas seperti tarif dasar listrik (TDL) gas, maupun bahan bakar minyak (BBM) yang akan menumbuhkan inflasi berlebih di sepanjang 2017. Sehingga, ini pun harus dapat kita waspadai,” ujarnya.

Sedangkan pada lingkup gelobal, seperti halnya kenaikan suku bunga AS oleh The Fed yang diprediksi bisa menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Ini juga perlu diantisipasi agar tidak terjadinya krisis ekonomi,” katanya.(C-10)

banner-dishub