Ilustrasi: Ajay/KC

CIREBON, (KC Online).-

Aksi kejahatan dengan kekerasan di jalan raya atau lebih dikenal begal makin meresahkan masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya. Setelah pada Selasa (10/1/2017) kemarin karyawan SPBU jadi korban kejahatan begal, kini kita sepasang suami istri juga jadi korban serupa, Rabu (11/1/2017) pagi.

karaoke-room

Data yang dihimpun KC menyebutkan, aksi kawanan begal terhadap korbannya yaitu Tatang (41 tahun) dan Sugianti (37 tahun), warga Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, berawal saat pasangan suami istri ini melintas di jalan.

Kawanan begal yang berjumlah empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor tersebut langsung memepet dan menedang motor korban hingga jatuh saat kedua korban sedang melintasi Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Saat itu kedua korban hendak pergi berjualan sayur di Pasar Harjamukti, Kota Cirebon.

Kedua korban yang sudah jatuh tersungkur bersama sepeda motornya dibuat tak berdaya ketika dua orang dari pelaku yang membawa balok kayu dan senjata tajam jenis samurai mengancam kedua korban agar menyerahkan sepeda motornya kepada para pelaku.

Mendapati ancaman dari kedua pelaku, kedua korban yang mengalami luka ringan akibat terjatuh hanya bisa pasrah dan membiarkan salah satu pelaku membawa kabur sepeda motornya.

“Setelah merampas motor, baru saya minta tolong kepada warga sekitar,” jelas istri korban, Sugianti.

Dikatakan Sugianti, kondisi jalan yang sepi dan kurangnya penerangan jalan membuat para begal leluasa menjalankan aksi kejahatannya. “Saat itu sepi, ditambah jalan gelap jadi takut,” ungkapnya.

Sempat mendapat pertolongan dari warga sekitar yang mendengar teriakan korban, namun pelaku sudah kabur. Kedua korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Resort Cirebon Kota.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar Adi Vivid Bachtiar melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Galih Wardani membenarkan kejadian pencurian dengan kekerasan tersebut. “Benar kita dapat laporannya,” katanya.

Dikatakan Galih, pihaknya masih melakukan penyidikan intensif terhadap kasus pencurian dengan kekerasan tersebut. “Ini jadi perhatian kami, dan kami akan intensifkan penyidikannya,” jelas Galih.(C-16)

banner-dishub