INDRAMAYU, (KC Online).-

Tim Pertamina EP berupaya mengatasi terjadinya kebocoran gas di lokasi sumur gas milik perusahaan tambang minyak negara di Blok Kembang Gadung Desa Srengseng Kecamatan Krangkeng, Rabu (11/1/2017).

karaoke-room

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadi aliran gas yang keluar dari Krangan/Valve sumur JTB–141 milik PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field itu. Seperti dijelaskan Frans Alexander A Hukom, selaku Jatibarang Legal and Relation Assistant Manager.

“Terkait penyebab adanya aliran gas yang keluar dari Krangan sumur JTB -141 ini masih dikaji lebih lanjut oleh Pertamina EP. Sedangkan upaya penghentiannya masih terus dilakukan,” jelas Frans Alexander.

Ia menambahkan sesaat setelah menerima laporan, tim Pertamina EP langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk meninjau dan melakukan penanganan awal untuk mengatasi keadaan. Penanganan sebagai upaya penanggulangan itu, dilakukan oleh tim internal Pertamina EP dengan cara mematikan sumur atau killing well dan penggantian kran penutup sumur atau casing valve.

Selain melibatkan tim internal, Pertamina EP juga berkoordinasi dengan pihak eksternal guna pengamanan di lokasi. Koordinasi tersebut dilakukan dengan melibatkan kepolisian, TNI, camat dan kuwu setempat. “Tim lapangan juga masih stand by di lokasi untuk memastikan kondisi dilapangan,” sebutnya.

Kepolisian Sektor Krangkeng yang menerima laporan kejadian tersebut, menerjunkan personelnya untuk melakukan pengamanan sekitar lokasi. Polisi juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan penanganan kebocoran gas tersebut bisa segera diatasi.

Selain itu juga memastikan pada Pertamina untuk memberikan informasi kepada masyarakat berkenaan dengan kebocoran tersebut tidak membahayakan warga sekitar. Pengamanan di lokasi dipimpin langsung Kepala Kepolisian Sektor Krangkeng, Ajun Komisaris I Nyoman Dita.

“Personel kepolisian sudah disiagakan di lokasi, selain itu kami juga telah memasang garis polisi agar masyarakat atau siapa pun yang tidak berkepentingan untuk tidak mendekati lokasi,” jelas Nyoman Dita.(Cipyadi)

banner-dishub