MASIH banyak orang yang mempunyai anggapan salah tentang hipertensi, sehingga perlu kiranya diinformasikan dan dijelaskan keadaan sebenarnya supaya tidak mendapat dampak negatif.

Adapun anggapan salah sebagian orang terhadap hipertensi adalah sebagai berikut:

karaoke-room

1.     Jika kepala sakit dan rasa pegal ditengkuk maka tekanan darah pasti naik. Bila tidak ada keluhan atau gejala apa-apa maka tekanan darah normal.

Faktanya: Mereka yang menderita hipertensi justeru sebagian besar tanpa adanya keluhan atau gejala. Tanda atau gejala yang dialami seseorang yang menderita hipertensi adalah sangat individual. Bahkan, sering ditemukan mereka yang tekanan darahnya normal dapat saja mengalami sakit kepala dan rasa pegal ditengkuk.

2.     Tekanan darah yang tinggi pada orang tua masih dianggap wajar. Misalnya, jika seseorang yang berusia 80 tahun maka tekanan darah 180mmHg sistolik masih dianggap wajar (180 didapat dari umur 80+100=180).

Faktanya: Definisi hipertensi sekarang adalah jika tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Tekanan darah antara 120/80 sampai dengan  139/89 mmHg disebut sebagai tekanan darah prehipertensi. Sedangkan, yang disebut tekanan darah normal adalah tekanan darah di bawah 120/80 mmHg dan tekanan darah optimal adalah 115/75 mmHg. Bila yang bersangkutan menderita diabetes mellitus, gangguan fungsi ginjal, maka tekanan darah 140/90 mmHg sudah merupakan hipertensi dan harus diobati. Jadi, anggapan bahwa tekanan darah yang tinggi pada orang tua disebut wajar adalah salah.

3.     Jika kedua orang tua tidak ada yang menderita hipertensi, maka anak-anaknya pasti tidak ada yang menderita hipertensi.

Faktanya : Faktor keturunan hanya sekitar 20 persen berperan untuk terjadinya hipertensi, sebagian besar justeru tidak terdapat riwayat keluarga yang menderita hipertensi. Jadi, faktor pola hidup seperti pola makan, merokok, stres, kurang olahraga, obesitas (kegemukan), konsumsi garam yang berlebih justeru lebih berperan dalam terjadinya hipertensi.

4.     Obat anti  hipertensi untuk individu yang satu dengan yang lainnya sama saja. Artinya, jika kebetulan kehabisan obat anti hipertensi bisa saja minum obat anti hipertensi teman yang juga menderita hipertensi.

Faktanya : Pengobatan hipertensi adalah sangat individual. Artinya, masing-masing orang bisa sama atau berbeda sama sekali jenis obat hipertensi. Hal ini sangat tergantung pada usia, berat ringannya hipertensi, penyakit penyerta serta lainnya. Jadi, obat hipertensi seseorang belum tentu sama dengan orang lain.

5.     Jika tekanan darah sudah normal maka obat anti hipertensi dihentikan saja.

Faktanya : Hanya mereka yang menderita hipertensi ringan  saja, tekanan darah dapat menjadi normal dengan memodifikasi faktor risiko, seperti diet rendah garam, stop merokok, mengendalikan diabetes, menurunkan berat badan bagi mereka yang gemuk, olahraga secara teratur, menghindari stres dan sebagainya.

6.     Obat hipertensi itu racun, jadi tidak usah diminum.

Faktanya : Hasil survei menunjukkan bahwa mereka yang minum obat hipertensi jauh lebih baik dibanding mereka yang tidak minum obat. Artinya, efek samping obat lebih kecil dibanding efek samping dari hipertensi itu sendiri. Jika hipertensi diobati, hasil survei membuktikan  bahwa kejadian stroke dapat diturunkan 30-35 persen, kejadian serangan jantung turun sebesar 20 persen dan kejadian gagal jantung turun sampai 50 persen.***

*Catatan medis ini diambil dari buku “Jantung Sehat Hidup Ceria”  karya Dr. H.M. Edial Sanif, Sp.JP.

 

duo-dolly