MAJALENGKA, (KC Online).-

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat, melakukan pembongkaran reklame yang tidak memiliki izin dan tidak membayar pajak di Jalan KH Abdul Halim, Majalengka, Kamis (23/2/2017).

“Di sini kami membongkar reklame perusahaan Axio dan Prudencial. Pembongkaran dilakukan karena perusahaan tidak menggubris peringatan yang diberikan sebelumnya oleh kami,” kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Kamarul Bahri di sela-sela penertiban.

Dijelaskan dia, saat ini banyak ditemukan ribuan reklame yang melanggar aturan dan itu tersebar di seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Akibatnya, Pemprov mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Penertiban reklame ini dilakukan secara bertahap karena telah melanggar aturan dan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam melakukan pembongkaran ini kami berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Koramil, Polisi dan Dinas Perindag,” katanya.

Menurut dia, pendapatan asli daerah (PAD) dari reklame cukup besar, sehingga pihaknya dipandang perlu melakukan penertiban, agar para pelaku usaha membayar pajak dan menaati aturan yang telah ditetapkan.

“Kepada para pengusaha kita harus bersinergi dan berkolaborasi, dalam mempromosikan produk. Jangan sampai pemerintah dirugikan, sementara pengusaha diuntungkan, misalnya memasang reklame tanpa membayar pajak,” tegasnya.

Memperingatkan

Dia memperingatkan kepada para pelaku usaha maupun perusahaan, yang merasa belum memiliki izin dan belum membayar pajak, agar segara mengurusnya kepada instansi terkait, supaya tidak terjadi pembongkaran seperti saat ini.

“Kemarin kami melakukan pembongkaran di Kabupaten Cianjur, sekarang di sini (Majalengka). Untuk data perusahan yang bermasalah mengenai reklame ada di Dinas Perizinan. Silahkan bagi perusahaan yang mau mengurusnya, sebelum terlambat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Majalengka, H Iskandar Hadi menambahkan, belum lama ini juga pihaknya telah melakukan razia terhadap reklami liar yang terpasang di wilayah Kota Majalengka dan daerah sekitarnya.

“Penertiban selain menjaga kebersihan kota, sekaligus menyadarkan masyarakat agar tidak sembarangan memasang reklame tanpa membayar pajak terlebih dahulu,” katanya

Dia menuturkan, sasaran reklame yang ditertibkan selain yang liar, termasuk yang habis masa tayangnya atau yang sengaja dipasang di tempat yang terlarang seperti spanduk, baligo, reklame.

“Kami sebelumnya sudah melakukan komunikasi kepada pemilik reklame agar segera menertibkan sendiri. Tapi setelah dicek di lapangan masih tetap terpasang hingga akhirnya kami terpaksa mengeksekusi sendiri,” katanya.

Menurut dia, selain melakukan razia, petugas juga memberikan peringatan secara lisan kepada pemilik reklame agar tidak mengulangi perbuatan yang sama dengan memasang kembali papan atau spanduk reklame yang tidak taat aturan.

“Jika mereka ingin memasang reklame ya harus menaati ketentuannya di antaranya membayar pajak. Jika tidak, jelas akan kami tertibkan,” ujarnya.

Mengenai razia yang dilakukan sesuai tugas dan fungsi instansinya menertibkan reklame yang terpasang di ruang publik yang mengganggu estetika tata ruang di wilayah perkotaan maupun wilayah lainnya di Kabupaten Majalengka.(Jejep/Tati)