ilustrasi tuyul

TUYUL adalah makhluk mitologi yang terkenal tidak hanya seantero nusantara, tapi juga Malaysia dan Singapura. Ia merupakan makhluk halus yang sering dipelihara oleh para pelaku pesugihan melalui jasa juru kunci tuyul.

Juru kunci akan berdialog dengan tuyul untuk menjelaskan bahwa ia telah menemukan ibunya yang sesungguhnya. Lantas calon majikan akan memberikan sejumlah uang kepada juru kunci sebagai ongkos jasa atau biaya mahar sesuai dengan kualitas tuyul yang diadopsinya.

Berikut ini ada lima belas hal tentang tuyul yang perlu Anda ketahui;

1. Tuyul makhluk pencuri uang
Tentu kita sudah tahu semua tentang hobi favorit tuyul yang satu ini, yaitu suka mencuri uang secara gaib. Dimana-mana yang namanya tuyul pasti suka mencuri uang. Jika uang Anda hilang di dalam dompet atau di lemari dalam keadaan terkunci, bisa jadi uang anda dicuri tuyul.

2. Tuyul tidak bisa mengambil uang terikat
Namun konon tuyul tidak bisa mengambil uang dalam keadaan terikat, misalnya uang diikat karet atau diikat pakai staples. Tuyul hanya bisa mengambil uang yang berserakan saja dan hanya bisa mengambil dalam jumlah tertentu per harinya.

3. Tuyul berasal dari arwah orok
Menurut paranormal Ki Gendeng Pamungkas, tuyul merupakan jelmaah arwah korban aborsi. Lalu arwah si jabang bayi bergentayangan kemana-mana seraya memanggil-manggil sang ibunda tercinta. Tapi ia keburu ditangkap oleh dukun tuyul untuk diperjualbelikan kepada majikan.

4. Tuyul berwujud seram
Tuyul ternyata berwujud seram dan jauh dari bayangan orang-orang yang menganggapnya seperti anak kecil yang lucu. Ia mungkin arwah anak kecil, tetapi wujudnya seram dengan gigi serta telinga runcing, berkepala botak, tinggi sekitar 20 cm, berlendir seperti layaknya seorang bayi baru lahir serta ingusan.

5. Tuyul bisa diperdagangkan
Tuyul menjadi obyek jual beli dengan harga mahal oleh para dukun dengan orang-orang yang ingin kaya tanpa usaha. Harga satu tuyul berkisar antara Rp 5 sampai Rp 10 juta rupiah, tergantung kualitas tuyul.
Masih menurut Ki Gendeng Pamungkas, tuyul yang paling berkualitas berasal dari kawasan Kuningan, Jawa Barat, Tulung Agung, Jawa Timur dan Karang Pucung, Cilacap. Tiga tempat tersebut terkenal paling bagus tuyulnya, namun belum mencukupi untuk diekspor.

6. Tuyul suka mainan anak-anak
Seperti layaknya seorang bayi, tuyul minta diberikan aneka mainan anak-anak di tempat tidurnya, misalnya boneka, mobil-mobilan, kelereng, buku gambar, dan aneka mainan anak kecil. Tempat tidur tuyul juga dibuat seperti layaknya tempat tidur bayi karena ia merupakan bayi yang gagal lahir ke dunia akibat dibunuh ibunya sendiri melalui aborsi.

7. Tuyul suka bermain kepiting
Jika Anda memelihara kepiting di dalam sumur, maka Anda akan aman dari gangguan tuyul karena si tuyul akan sibuk bermain kepiting di dalam sumur sehingga lupa mencuri uang Anda. Oleh karena itu peliharalah beberapa ekor kepiting di dalam sumur Anda.

8. Tuyul takut kaca cermin
Jika Anda menaruh kaya atau cermin di dekat uang yang Anda simpan, maka tuyul tidak akan berani mendekati uang Anda karena melihat bayangannya sendiri di dalam cermin. Tuyul akan mengira bahwa siapa yang ia lihat di dalam cermin tersebut adalah tuyul peliharaan Anda, sehingga ia takut ditampar oleh tuyul Anda. Karenanya taruhlah sepotong cermin kecil di dekat brankas Anda agar anda dikira memelihara tuyul oleh tuyul lain.

9. Tuyul suka menetek
Tidak hanya manusia saja, tuyul juga suka menetek. Maklum, ia adalah arwah bayi korban kejahatan ibunya yang kini sangat membutuhkan air susu ibu alias asi. Ia bisa mendapatkan air susu ibu dari seorang majikan yang mengadopsinya namun harus ditebus dengan sejumlah uang dengan cara mencuri ke orang lain.

10. Tuyul suka digendong
Seperti layaknya memiliki anak kecil, tuyul suka mengajak jalan-jalan seminggu sekali dan minta gendong di belakang. Maka si majikan tuyul biasanya meletakkan kedua tangannya di belakang seolah menggendong anak kecil sambil jalan-jalan keliling kampung. Sebenarnya ia sedang menggendong tuyul.

11. Tuyul suka makan nasi sisa majikan
Orang yang memelihara tuyul pasti menyisakan makan malamnya sebagian di atas piring, karena untuk makan tuyulnya. Seperti anak kecil, ia juga minta disuapi jika melihat ibunya sedang makan. Selain itu, tangan majikan tidak dicuci setiap selesai makan malam karena akan digunakan untuk menggendong tuyul nantinya ketika menyusui yang biasanya dilakukan pukul 21.00 WIB malam dan pukul 04.30 WIB.

12. Tuyul suka ngambek
Seperti nakalnya anak kecil, terkadang tuyul ngambek jika ibunya tidak melayaninya dengan baik. Jika tuyul sedang ngambek, biasanya ia tidak berangkat mencuri uang di rumah seseorang yang diperintahkan oleh majikan, tetapi nyasar ke rumah orang lain untuk mencari makanan. Oleh karena itu Anda jangan menyisakan makanan atau membiarkan makanan terbuka tanpa penutup di meja makan Anda. Bisa-bisa tuyul makan di situ.

13. Tuyul suka rumah berwarna-warni
Tuyul menyukai rumah yang berwarna-warni, karenanya orang yang memelihara tuyul harus mengecat rumahnya berwarna-warni agar si tuyul senang dan kerasan. Seperti anak kecil pada umumnya, tuyul menyukai warna yang mencolok.

14. Tuyul bekerja selama 10 tahun
Tuyul hanya bisa mencuri uang maksimal selama 10 tahun saja, setelah itu harus ganti tuyul baru. Mungkin tuyul lama ini sudah dewasa, kemudian taubat dan belajar mengaji di alamnya. Beberapa pakar mengatakan bahwa bayi bajang bisa tumbuh menjadi besar seperti layaknya manusia.

15. Majikan tuyul umumnya wanita
Orang yang memelihara tuyul harus wanita karena ia harus bisa meneteki si tuyul, kalau yang neteki laki-laki mungkin tuyulnya tidak mau. Tuyul mengira majikannya adalah ibu kandungnya yang bisa menyusui dan menggendongnya setiap hari.

Tuyul merupakan makhluk bodoh layaknya seorang bayi kecil yang tidak tahu apa-apa. Ia tidak tahu kalau mencuri adalah perbuatan jahat, yang ia ketahui hanyalah menjalankan perintah sang ibunda tercinta. Padahal sesungguhnya ibu kandungnya sendiri telah membinasakannya dan melarangnya hidup di dunia melalui aborsi.(KBI/Net)

BAGIKAN
Artikel SebelumnyaAnak Pelupa
Artikel BerikutnyaTanya Sama Orang Pintar