KASUBAG Humas Polres Indramayu, Ajun Komisaris Heryadi memeriksa Mad (37 tahun) yang diduga sebagai pelaku tindak pidana perdagangan orang (Trafficking), Selasa (4/4/2017).* Udi/KC

INDRAMAYU, (KC Online).-

Jajaran Satreskrim Polres Indramayu berhasil meringkus dua orang yang diduga pelaku tindak pidana perdagangan orang (trafiking), Selasa (4/4/2017).

Pelaku menjanjikan dapat memberangkatkan delapan korbannya bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri pada PT Petronas Malaysia. Namun janji tersebut tidak menjadi kenyataan. Korban yang tak terima lalu melaporkan kasusnya kepada polisi.

Kedua pelaku itu adalah Mad (37 tahun) dan Nur (36), warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Untuk bahan penyidikan kini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan petugas setempat.

“Modus operandi tersangka merekrut kemudian memberangkatkan para korban untuk bekerja sebagai TKI di luar negeri dengan dijanjikan akan dipekerjakan di PT Petronas Malaysia, namun tidak melalui Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) atau PJTKI, melainkan melalui perseorangan karena kedua tersangka tidak bekerja di PPTKIS dan juga tidak memiliki PPTKIS, ” kata Waka Polres Indramayu Komisaris Asep Agustoni, didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Dadang Sudiantoro dan Kasubag Humas Ajun Komisaris Heriyadi.

Dikatakan Asep, barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihaknya berupa aplikasi pembuatan paspor para korban dari Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang, serta data perlintasan dari Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Kami masih mendalami kasusnya. Namun karena perbuatannya yang melanggar tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang jo penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia sesuai Pasal 4 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 dan atau Pasal 102 ayat (1) butir a UU RI Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri, diancam pidana penjara 3 tahun, maksimal 15 tahun,” tegas dia.(C-21)