Ilustrasi: Ajay/KC

INDRAMAYU, (KC Online).-

Aksi kejahatan jalanan merebut sepeda motor dengan melukai korban menggunakan senjata tajam atau begal kembali marak di Pantura Indramayu. Korbannya tak hanya warga sipil. Prajurit TNI pun turut menjadi korban kawanan ini.

Peristiwa itu seperti terjadi di jalur Pantura Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, dini hari kemarin. Selain merampas sepeda motor dan membawanya kabur, kawanan begal juga nekat melukai prajurit TNI yang sebelumnya berjibaku mempertahankan sepeda motor miliknya.
Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Eko Sulistyo Basuki, didampingi Kepala Sub Bagian Humas Ajun Komisaris Supriyadi menerangkan peristiwa itu bermula saat korban, Pratu Mohammad Irfan, anggota TNI-AD dari Kesatuan Kompi Senapan Yon Ko 467 Kopashas Bogor tengah melakukan perjalanan menuju Jakarta dari kampung halamannya di Pemalang, Jawa Tengah menggunakan sepada motor Ninja RR bernomor polisi D-5803-UAT warna hijau.

Saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba sepeda motor korban dicegat oleh tiga sepeda motor yang dikendarai komplotan begal. Salah seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion berusaha mencabut kunci kontak sepeda motor korban. Namun karena korban melawan, akhirnya pelaku lainnya membacok tangan korban.

“Pelaku menyerang menggunakan golok. Akibat serangan tersebut, tangan dan kaki korban menderita luka bacok. Modus komplotan ini memepet dan membacok korban dari kiri dan kanan. Sehingga korban terluka terjatuh. Kemudian mereka membawa kabur sepeda motor korban,” jelasnya, Kamis (27/4/2017).

Polisi yang tengah berpatroli mendapati korban terkapar dengan sejumlah luka di bagian tubuhnya. Korban pun langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian dan menghimpun keterangan dari sejumlah saksi guna penyelidikan kasusnya.

Kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang berkendara menggunakan sepeda motor saat malam hari, diimbau untuk ekstra waspada saat melintas jalur Pantura. Terutama saat malam hari. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, polisi juga meningkatkan patroli dan menempatkan personelnya di titik-titik yang dianggap rawan kejahatan jalanan.
“Bila kemalaman di jalan, sebaiknya beristirahat di kantor polsek terdekat dan silahkan melanjutkan perjalanan saat hari sudah terang. Kami terbuka dan siap melayani 24 jam,” imbau Kapolres.(C-24)