KUNINGAN, (KC Online).-

karaoke-room

Tim Jatanras Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kuningan berhasil meringkus lima pencuri spesialis rumah kosong di wilayah Kabupaten Kuningan. Mereka dibekuk saat menginap disebuah hotel di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kuningan, Ajun Komisaris Besar M. Syahduddi mengatakan, penangkapan para pelaku bermula dari laporan warga yang rumahnya dibobol pada siang hari saat ditinggal pergi. Berdasarkan laporan polisi, mereka beraksi di wilayah Kecamatan Ciawigebang pada Februari 2016, Kecamatan Pancalang pada Desember 2016, dan wilayah Kecamatan Cigugur pada Februari 2017.

“Hasil dari penyelidikan kami, ada salah satu pelaku bernama Ega Aulia (28 tahun), teridentifikasi sedang berada di wilayah Kecamatan Cibingbin. Kemudian dilakukan penangkapan dan hasil dari pengembangan penangkapan Ega ini berkembang keempat orang rekan lainnya yang sering bersama-sama melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” ujar M. Syahduddi, Selasa (11/4/2017).

Syahduddi menyebutkan, empat orang tersangka lainnya teridentifikasi disebuah hotel di wilayah Kabupaten Indramayu dan berhasil dibekuk. Jadi yang diciduk petugas itu berjumlah lima orang, empat tersangka lainnya bernama Hendra Saputra (35 tahun), Wardyandi (34 tahun), Budiman (40 tahun) dan Zaenudin (34 tahun).

“Ada dua orang lagi yang masih dalam pengejaran atau daftar pencarian orang (DPO). Mereka yang masih DPO bernama Aci dan Djarot. Kami menduga Djarot ini selain pelaku juga sebagai penadah barang hasil curian yang dilakukan para pelaku yang sudah kami tangkap,” kata Syahduddi.

Modus operandinya, lanjut Syahduddi, para pelaku memanfaatkan rumah-rumah warga yang ditinggal pergi penghuninya atau dalam kondisi rumah kosong dengan cara mencongkel pintu jendela rumah dengan menggunakan alat seperti obeng.

“Karena kondisi rumah kosong, mereka dengan leluasa melakukan aksi tersebut. Akibat perbuatan pelaku, kami jerat dengan Pasal 363 KUHPidana mengenai pencurian dengan pemberatan yang ancamannya 7 tahun penjara. Kemudian terhadap DPO masih kami lakukan upaya pengejaran, insya Allah dalam kurun waktu yang tidak lama mudah-mudahan dua pelaku bisa kami tangkap,” tutur Syahduddi.

Selain berhasil menciduk lima pelaku, dikatakan Syahduddi, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa enam unit telepon genggam berbagai merek, dua buah kunci letter L sebagai alat untuk membuka gembok pagar, dua unit kendaraan roda dua yang dijadikan sebagai kendaraan operasional melakukan tindak pidana pencurian, satu unit playstation, satu unit televisi merek Polytron dan dua buah kardus handycam atau kamera.

“Dua buah kamera sudah mereka jual kepada penadah dan sedang kami dalami serta pelaku penadahnya kami cari karena masih melarikan diri. Dua kendaraan roda dua yang mereka gunakan sebagai kendaraan operasional juga sedang kami dalami didapatkan dari mana saja, kami sedang memastikan manakala ada tindak pidana lain yang mungkin berkembang kepada pelaku lainnya,” ujarnya.

Sindikat lintas provinsi

Disebutkan Syahduddi, kemungkinan besar mereka satu jaringan dan mereka juga berasal dari luar Kabupaten Kuningan, di antaranya dua orang dari wilayah Sragen dan Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, dan tiga orang dari wilayah Bandung, Jawa Barat.

“Sehingga kami indikasikan mereka merupakan sindikat jaringan pencuri spesialis rumah kosong lintas provinsi, kemungkinan juga ada tempat lainnya. Namun belum ada informasi lebih lanjut, yang jelas untuk wilayah Kabupaten Kuningan baru terindikasi ada tiga tempat kejadian perkara masing-masing wilayah Cigugur, Pancalang dan Ciawigebang,” katanya.(C-30)

duo-dolly