Terbukti Menipu Miliaran Rupiah

INDRAMAYU, (KC Online).-

karaoke-room

Terbukti melakukan penipuan dan penggelapan miliaran rupiah terhadap tiga korban, pasangan suami istri, Syariah Andriyani (32) dan Didik (40), warga Blok Masjid, Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang Indramayu, akhirnya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Indramayu, divonis masing-masing lima tahun penjara, Kamis (20/4/2017).

Sidang putusan itu dipimpin Nugroho didampingi dua hakim anggota masing-masing, Adil Hakim dan Boyke serta dibantu Panitera Pengganti Suhadi. Dalam persidangan pasutri itu didampingi kuasa hukumnya Robun.

Pemberian vonis majelis hakim, sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jaya Sitompul yang sebelumnya menutut pasutri karena salahnya masing-masing lima tahun penjara. Perbuatan itu sebagaimana diatur dalam pasal 378 Yo pasal 65 ayat 1 Yo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Terhadap pemberian vonis majelis hakim, terdakwa melalui kuasa hukumnya mengaku menerima atas vonis yang diberikan. “Setelah kami rundingkan dengan kedua terdakwa, kami sepakat atas pemberian vonis majelis hakim,” jawab Robun kuasa hukum pasutri.

Tak hanya terdakwa, pemberian vonis majelis hakim disetujui  juga oleh jaksa penuntut umum. Itu pun setelah ketua majelis hakim menanyakan pada jaksa atas pemberian putusan. Tanpa mengucap tapi menganggukkan kepala JPU menyetujui putusan tersebut dengan anggukan kepala.

Seperti biasanya, sidang putusan dihadiri puluhan pengujung. Sebagian besar pengunjung didominasi oleh keluarga korban. Sesekali keluarga korban mencemoh pasutri dengan ucapan lantang. “Seorang haji kerjanya nipu. Kalau gak memandang hukum, elu udah gue gorok habis ji,” ucap salah seorang pengujung sidang berkaos hitam.

Menggiurkan

Terungkap dalam sidang putusannya, aksi pasutri dalam melakukan penipuan dan penggelapan terhadap tiga korbannya, dilakukan dengan cara menawarkan bisnis logam mulia. Sedangkan ketiga korban tersebut yakni, Hj. Paterih wara Desa Rambatan Wetan Kecamatan Sindang Indramayu sebesar Rp 1. 517. 000.000, Titin Sulastinih Desa Lobener Kecamatan Jatibarang sebesar Rp 1,6 miliar, dan Tumino warga desa Lobener Kecamatan Jatibarang sebesar Rp 140 juta.

Perbuatan kedua terdakwa tepatnya dilakukan antara bulan April sampai Oktober 2016. Dalam aksinya kedua terdakwa menawarkan kompensasi yang menggiurkan pada para kobannya. Dengan perkataan bohong dan tipu muslihat menggiurkan para korban ahirnya tertarik dan memberian uang pada pasutri tersebut. Kini pasutri mau tak mau harus meneima untuk tidur di ruangan teralis besi selama masing-masing lima tahun penjara.(Odok)

banner-dishub