CIREBON, (KC Online).-

Pihak SMPN 1 Suranenggala, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon,  memberikan skorsing kepada lima siswa pelaku penganiayaan yang beredar di video secara viral di media sosial. Kelima pelaku, yaitu IR (16 tahun), SU (16 tahun), WA (16 tahun), BI (16 tahun), dan A (16 tahun) merupakan siswa kelas IX yang saat ini sedang mengikuti ujian praktik, sehingga skors akan diberlakukan usai ujian praktek digelar.

Korban penganiayaan diketahui merupakan siswa SMPN 3 Gunung Jati, berinisial RO (16 tahun). Mereka merupakan teman sepermainan, namun kelima pelaku merasa gusar terhadap RO yang bermain bersama siswa sekolah lain yang dianggap musuh oleh kelima pelaku.

Pelaku utama dari penganiayaan ini diketahui adalah IR yang dianggap sebagai ketua di antara mereka. IR inilah yang melakukan pemukulan secara bertubi-tubi terhadap RO. Sementara BI merupakan siswa yang melakukan upload rekaman penganiayaan ke YouTube.

“Kami anggap lima siswa di sekolah ini tetap salah, untuk itu kami berlakukan sanksi berupa skors,” kata Kepala SMPN 1 Suranenggala, Andriati, Rabu (5/4/2017).

Korban RO awalnya tidak mengadu ke pihak kepolisian, melainkan mengadu kepada Wakil Kepala SMPN 1 Suranenggala bidang kesiswaan Didin Maulidin. Peristiwa terjadi pada Rabu (29/3/2017) lalu, dan korban mengadu kepada Didin yang memang merupakan tetangga desa korban. RO datang ke rumah Didin pada Minggu (2/5/2017) lalu.

“RO datang ke rumah Pak Didin, dan baru ditindaklanjuti pada Senin kemarin. Kedua orang tua sudah kami panggil, dan baru selesai hari ini (kemarin). Kedua orang tua sudah berjabat tangan, sudah damai, anaknya akan kami skors,” ucap Andriati.

Andriati tidak menampik jika persoalan ini mencoreng nama baik sekolahnya, di sisi lain SMPN 1 Suranenggala merupakan salah satu sekolah unggulan di wilayah utara Cirebon.

“Banyak cercaan terhadap sekolah kami ini, dan peristiwa ini sangat mencoreng nama baik sekolah. Kami pun tidak berdiam diri, pihak kepolisian sudah kami panggil. Kami minta mereka lakukan pembinaan secara langsung terhadap siswa,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan isi video rekaman tersebut, terdapat satu korban lainnya selain RO, namun siswa ini tidak dipukul secara bertubi-tubi oleh IR dan kawan-kawan. BI yang melakukan upload video rekaman ini, sempat menghalangi pelaku lain untuk memukuli RO, namun BI tidak berdaya di hadapan pelaku lainnya.

“Video rekaman yang sempat diupload ke YouTube ini kini sudah dihapus, namun rupanya video rekaman ini sudah menjadi viral sebab tak hanya di YouTube saja, melainkan ke medsos lainnya. Kalau sudah menyebar seperti ini, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Wakasek Bidang Kesiswaan, Didin Maulidin.

Skors sendiri kemungkinan tidak akan diberlakukan terlalu lama. Sebab, kelima pelaku juga segera mengikuti ujian sekolah serta ujian nasional.

Sementara itu, Kapolsek Kapetakan Ajun Komisaris Sayidi mengungkapkan, pihaknya dan sekolah akan turut melakukan pengawasan terkait hal serupa.  Sayidi pun langsung melakukan pembinaan dan pengarahan di hadapan siswa.

“Kedua orang tua sudah sepakat berdamai, tinggal sekarang bagaimana kepolisian dan sekolah melakukan pengawasan secara ketat. Kami arahkan para siswa untuk jangan melakukan upload video rekaman secara sembarangan lagi seperti kasus tersebut. Jadi ramai karena memang sudah diupload ke medsos,” ucapnya.(C-11)