CIREBON,(KC Online).-

Lebih dari seratus keagenan Rumah Pangan Kita (RPK) di Kota Cirebon belum terlayani jaringan perbankan. Dengan demikian, penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) dari pemerintah bagi kalangan rastara melalui RPK belum berjalan secara maksimal.

Kepala Seksi Komersil Perum Bulog Cirebon, H. Zenal mengungkapkan, sampai saat ini, keagenan RPK yang terbentuk telah mencapai lebih dari 107 di Kota Cirebon.

“Sebenarnya untuk pengajuan RPK sudah mencapai lebih dari 200. Namun, sampai saat ini, yang telah menjadi agen branchless banking resmi RPK itu baru mencapai 107 agen,” tukasnya kepada KC, Kamis (20/4/2017).

Diakuinya, lebih dari 200 pengaju keagenan RPK hingga saat ini masih menunggu kerjasamanya dengan perbankan terkait dengan penyediaan alat seri (alat gesek). “Program bantuan pangan non tunai disalurkan melalui RPK menggunakan fitur elektronik perbankan. Dan ini, yang belum dimiliki sebagian besar keagenan RPK,” ungkapnya.

Kendati demikian, lanjutnya, untuk program penyaluran bantuan pangan non tunai melalui penyaluran RPK di Kota Cirebon sudah berjalan. “Dari kebutuhan warga Kota Cirebon atau yang mencapai 16.995 kepala keluarga (KK) itu, hampir 90 persennya penyaluran bantuan pangan non tunai telah tesalur melalui 107 keagenan branchless banking resmi RPK,” jelasnya.

Menurutnya, keagenan RPK sebenarnya tidak hanya bisa mengakomodasi program penyaluran bantuan pangan non tunai, RPK pun bisa dijadikan ruang usaha bagi masyarakat. “Bulog mengembangkan jaringan RPK ini, tidak hanya untuk bisa mengakomodasi penyaluran bantuan pangan non tunai, juga membangunan jaringan distribusi pangan berbasis kerakyatan, di mana setiap orang bisa menjalankan usahanya melalui RPK ini,” ujarnya.

Dijelaskan, harga komoditas bahan pangan yang ada pada unit RPK, bisa lebih murah dibanding pasaran. Karenai, terangnya, telah ada pembatasan dan pemberlakuan harga eceren tertinggi (HET). “Jadi, pengelola RPKnya tak akan sembarangan menjual komoditas bahan pangan. Sementara pada program RPK ini, kami akan memperioritaskan dan menyediakan tiga komoditi bahan pangan tertentu saja seperti beras, minyak curah, dan gula pasir,” urainya. (C-10)