INDRAMAYU, (KC Online).-

Warga Blok Mangir, RT 04 RW 05, Desa/Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu gempar. Menyusul semburan gas disertai lumpur setinggi 5 meter keluar dari bekas pengeboran air (sumur pantek) di rumah Munaji (58 tahun), Rabu (19/4/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

karaoke-room

Semburan yang disertai bau gas membuat warga sekitar ingin melihat karena penasaran. Namun untuk mengantisipasi, petugas dari Polsek Sliyeg segera mengamankan lokasi tersebut dengan memasang garis polisi.

Keterangan yang diperoleh KC, Kamis (20/4/2017) menyebutkan, semburan keluar disaat pemilik rumah bernama Munaji hendak membuat sumur pantek atau sumur bor untuk mendapatkan air. Oleh Munaji untuk pekerjaan pengeboran air bawah tanah tersebut dia meminta bantuan kepada tukang pengebor air yang dikerjakan oleh orang berjumlah tujuh tenaga kerja.

Namun saat dilakukan pengeboran, dari tempat atau lokasi yang dibor atau setelah masuk sebanyak 13 pipa dengan kedalaman sekitar 75 meter, tiba-tiba dari pipa keluar lumpur yang disertai bau gas setinggi lima meter.

Para pekerja yang mencium bau gas bersamaan keluarnya lumpur ini terkejut. Mereka lalu melakukan usaha penutupan pipa itu tetapi usahanya sempat terkendala. Bahkan lumpur semakin memancarkan ke atas. Selang beberapa waktu semburan lumpur bersama gelembung-gelembung itu semburannya semakin menurun.

Sementara sejumlah anggota Polsek Sliyeg setelah mendapatkan kabar jika ada semburan lumpur yang disertai gas tersebut langsung mendatangi lokasi. Di tempat tersebut petugas langsung memasang garis polisi untuk antisipasi dan menjaga hal-hal yang tak diinginkan. Bahkan polisi pun melaporkan peristiwa itu kepada Pertamina EP Asset 3 Jatibarang.

Laporan tersebut dibenarkan Roberth, Government & Public Relation Assistant Manager Pertamina EP Asset 3 kepada KC. Menurut dia, semburan lumpur yang keluar dari pipa disertai semburan gas oleh pihaknya masih dilakukan pendalaman. Roberth menduga jika benar yang keluar berupa semburan gas harus dilakukan penelitian mendalam.

“Artinya, harus dilakukan pengajuan terlebih dahulu. Bisa jadi semburan gas itu gas liar yang biasa ada di rawa-rawa. Gas liar ini akan hilang sendirinya dalam beberapa waktu dan tidak membahayakan,” kata dia.(Udi)

duo-dolly