Oleh : Egi Septiadi-Kota Cirebon

karaoke-room

 

SOROT matanya terus menatap layar monitor yang berisi sekumpulan soal. Sementara tangan kanannya sibuk mengendalikan mouse untuk mengisi soal. Sesekali perhatian matanya dialihkan pada makhluk kecil berusia sekitar 2 tahun 5 bulan yang digendongnya.

Ia sesekali melempar senyum kepada putri bungsunya agar tetap nyaman digendongan dan tidak mengganggu saat mengerjakan soal ujian nasional (UN) di salah satu lab komputer SMAN 4 Kota Cirebon.

Ia adalah Sutarni (39), salah satu siswa Paket C dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sunan Gunung Jati Cirebon, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, saat mengikuti UN Berbasis Komputer (UNBK), Sabtu (15/4/2017).

Dari 58 siswi asal dua PKBM yang mengikuti UNBK di lab komputer SMAN 4, Sutarni adalah satu-satunya siswi yang mengikuti UNBK sambil menggendong anak.

Meski lelah dan seringkali merasakan kram dibagian tangan kirinya, Sutarni mengaku tetap bertahan dan semangat mengerjakan semua soal UNBK. Ia tak menyerah, apalagi merasa minder dengan teman-temannya.

Di sela-sela waktu istirahat, warga RT 03 RW 07 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon itu, mengaku kondisi ini terpaksa dilakukan karena putrinya, Bilqis Ufaira, tidak ada yang mengasuhnya jika harus ditinggal di rumah. Terlebih anak seusianya inginnya selalu ikut ibunya kemana pergi.

“Mau bagaimana lagi Mas, yang penting tidak rewel dan saya sendiri tidak merasa terganggu, meski dalam kondisi digendong, dan saya mengerjakan soal Ujian Nasional. Saat waktu belajar saja kadang Bilqis suka diajak menemani saya,” kata Sutarni.

Dirinya memaksanakan tetap mengikuti pelaksanaan UNBK meski sambil menggendong anaknya, karena tidak mau jika harus mengikuti UNBK susulan di bulan Oktober nanti. Sementara dirinya juga mengaku ingin bisa lulus dengan nilai baik aga kelak bisa bekerja membantu suaminya, Moh. Solihin (50) yang sudah pensiun dari pekerjaan sebagai salah satu abdi negara.

“Alhamdulillah dari mulai hari pertama sampai dengan hari kedua UNBK bisa berjalan dengan lancar,  tidak ada kendala baik secara teknik pengerjaan maupun materinya. Semuanya bisa dikerjakan dengan lancar,” jelas Sutarni.

Ketua PKBM Sunan Gunung Jati Kota Cirebon, Nursamad, membenarkan jika selama proses UN tidak menghadapi kendala, bahkan saat proses belajarnya, para siswa, utamanya Sutarni kerap membawa anaknya untuk mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di PKBM.

“Sebetulnya pihak PKBM juga tidak memaksa, jika memang dalam proses pengerjaannya itu merasa terganggu, mereka para siswa bisa mengikuti UNBK susulan gelombang kedua di bulan Oktober. Tapi untuk Bu Sutarni ini, dia tidak merasa terganggu sekalipun harus mengerjakan soal dengan menggendong bayi,” ungkap Nursamad.

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Paud dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kota Cirebon, H Agus Muharram, mengapresiasi langkah Sutarni, meski menggendong anaknya namun tetap bisa mengikuti ujian. Berbeda dengan salah satu siswi lainnya yang tidak bisa mengikuti UNBK karena menjalani proses persalinan di rumah sakit.

“Siswi itu warga Grenjeng dari PKBM At-Thohiriyah. Siswi itu nanti semoga bisa mengikuti UNBK susulan. Ini adalah motivasi bahwa pendidikan itu sangatlah penting, karena dengan pendidikan orang bisa pintar dan berkarir,” kata Agus.

Pelaksanaan UNBK di dua lab komputer SMAN 4 Kota Cirebon ini diikuti sebanyak 58 siswi. Mereka dari PKBM Sunan Gunung Jati dan PKBM At-Thohiriyah Kota Cirebon. Pelaksanaan UNBK akan dilakukan dua minggu yaitu minggu pertama 15-16 April dan minggu kedua tanggal 22-23 April.***

duo-dolly