MENGANTISIPASI lonjakan harga kebutuhan bahan pokok jelang Ramadhan, Perum Bulog Sub Drive Cirebon gelar oprasi pasar murah.* Epih/KC

CIREBON, (KC Online).-

Dalam mengantisipasi lonjakan harga menjelang Ramadan, Perum Bulog Sub Drive Cirebon menggelar operasi pasar murah (OPM) yang akan dilakukan sampai dengan Hari Raya Idulfitri 2017 ini.

Kepala Seksi (Kasi) Komersil Perum Bulog Cirebon, H. Zenal mengungkapkan, pasar murah telah mulai digelar pada Sabtu (13/5/2017) di daerah Kuningan yang telah dilanjutkan pada Senin (15/5/2017) kemarin, di Kantor Bulog Cirebon.

“Kegiatan ini juga akan terus kami lakukan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini. Selain, pada sejumlah titik lokasi yang diajukan dari masing-masing pemerintah daerah (pemda), pasar murah juga akan digelar pada beberapa Gudang Bulog Cirebon,” katanya, kemarin.

Menurutnya, dalam kegiatan pasar murah yang khususnya digelar di kantor bulog itu, pihaknya menyediakan empat komoditi utama dengan harga murah. Keempatnya masing-masing beras premium seharga Rp 8.800 per kg, beras medium dengan harga Rp 7.900 per kg, gula pasir Rp 12.500 per kg, minyak goreng Rp 12.500 per kg, dan daging sapi Rp 85.000 per kg, serta mi instan.

“Selain dari empat komoditas tersebut, bulog juga berencana melengkapi ketersediaan komoditi lain berupa bawang merah, bawang putih, maupun cabai. Akan tetapi, untuk beberapa komoditas tersebut, pihak kami harus memperoleh barang dari bulog pusat dan dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah,” jelasnya.

Dijelaskan, Bulog tidak hanya memenuhi beberapa kebutuhan bahan pokok selama menjelang Ramadan dan lebaran, juga memenuhi permintaan dari masing-masing pemda untuk menggelar OPM. “Sejauh ini, memang baru Pemkab Kuningan yang telah mengajukan OPM. Rencananya dalam waktu dekat, Pemkab Cirebon maupun Pemkot Cirebon juga akan mengajukan OPM,” tambah Kasi Pengadaan Bulog Cirebon Dadang Unanda.

Dadang juga mengungkapkan, ketahanan pangan di wilayah kerja Bulog Sub Divre Cirebon sendiri berlangsung hingga Mei 2018. Stok beras yang tersimpan di gudang bulog kini mencapai sekitar 63 ribu ton.

Bibit Unggul

Sementara itu, Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal Purn Moeldoko meminta kepada pemerintah untuk bisa memberi kelonggaran bagi petani bawang merah. Kelonggaran yang dimaksud, menurutnya, terkait dengan memperoleh bibit unggul melalui kran impor sebagai salah satu upaya mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga bawang merah.

“Meskipun bibit bawang lokal kita diterima baik, namun kita harapkan ada kran ekspor bibit bawang merah dari Vietnam. Karena, bibit unggul bawang merah dari vitenam sangat baik,” katanya pada sela temu wicara dengan petani bawang merah di Desa Pakusamben, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, kemarin.

Menurutnya, bila benih tak termasuk unggul, bawang merah petani Indonesia tak bisa diekspor. Karenanya, ketimbang berlimpah di negara sendiri hingga menyebabkan harga di dalam negeri anjlok, dia memandang, impor bibit unggul merupakan solusi terbaik.

Hanya, dia mengingatkan, diperlukan pengawasan ketat untuk menghindari penyalahgunaan impor. Dalam kesempatan itu, petani bawang merah diharap menggunakan pupuk organik cair yang dinilai lebih efektif menyuburkan tanah.
“Persoalan petani berupa tata kelola tanah yang mahal melalui penggunaan pupuk dan pestisida, yang nilainya bisa mencapai Rp 10 juta. Pupuk cair bisa menekan nilai hingga 50 persen,” tutupnya.(C-10)