Oleh Tati Purnawati-KC Online

RATUSAN warga dari berbagai daerah mulai menyerbu toko pakaian yang dipercaya masyarakat paling murah dan lengkap di Kabupaten Majalengka. Dengan alasan untuk persiapan Ramadan dan Lebaran, pengunjung pusat perbelanjaan ini pun datang berbondong-bondong meski setiap harinya dijaga ketat sejumlah aparat kepolisian.

Toko pakaian yang cukup besar tersebut terletak di Desa Cicenang, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka. Para pengunjung tak hanya datang dari wilayah Kabupaten Majalengka namun juga Sumedang, Indramayu, Cirebon, Ciamis, Kuningan bahkan ada yang berasal dari Jawa Tengah dan Cilacap.

Di toko berlantai dua tersebut konsumen sudah mulai datang sejak pagi hari mulai pukul 07.00 WIB, sebelum toko tersebut buka pada pukul 08.00 WIB. Di antara mereka ada yang berbelanja untuk keperluan keluarga ada juga yang berbelanja untuk dijual kembali karena harga dianggap mereka cukup murah.

Dede Siti dan Darti warga Indramayu misalnya, mereka mengaku berbelanja pakaian untuk dijual kembali di tokonya sebagai persiapan Lebaran pasalnya banyak masyarakat yang sudah mulai membeli baju Lebaran sebelum puasa dengan alasan agar lebih santai.

Hal yang sama juga disampaikan Ainun, warga Kuningan dan Khaerunisa serta suaminya Rizki asal Ciamis. Mereka datang ke Majalengka setelah mendapat informasi dari temannya yang menyebutkan adanya pusat perbelanjaan pakaian yang murah. Mereka sudah tiba di depan toko pakaian pada pagi sekitar pukul 08.00 WIB dengan alasan agar bisa berbelanja serta memilih pakaian lebih santai.

“Awalnya kami datang pagi hari dengan harapan bisa lebih santai tak tahunya yang lain pun dmeikian mereka juga sama datang pagi hari. Kami akhirnya harus berjubel antre di kasir,” ungkap Ainun.

Lain halnya dengan Novira dan Sri serta Dewi, mereka berbelanja untuk persiapan Lebaran dengan alasan agar lebih santai karena di saat bulan puasa apalagi mendekati Lebaran semua pusat perbelanjaan pasti dipenuhi pembeli. Apalagi toko-toko pakaian selalu diserbu pembeli.

Antre

Sri dan Devi justru kembali dengan tangan kosong karena mereka malas mengantre di loket pembayaran. Pasalnya antrean di loket pembayaran hingga belasan meter ditambah setiap pembeli tidak hanya membeli satu atau dua baju namun hingga menumpuk.

“Ah dari pada antre dan panas, belum pegal kaki, nyari pakaian juga cape mending nanti saja di tempat lain meskipun harga lebih mahal sedikit,” ungkap Sri.

Kapolsek Cigasong, Ajun Komisaris Kustadi mengaku telah menyiagakan stafnya sejak beberapa hari lalu, tepatnya sejak mulai diserbu pembeli untuk persiapan Lebaran. Penjagaan dilakukan mulai pagi sebelum toko dibuka hingga malam hari toko tutup. Aparat yang ditempatkan tidak hanya di dekat loket pembayaran namun juga di dalam dan lokasi parkir.

Karena parkir kendaraan tidak hanya memenuhi areal parkir yang cukup luas yang disediakan oleh pemilik toko namun juga meluber ke jalan raya dan halaman rumah penduduk. Untuk itu penjagaan harus dilakukan ekstra ketata terutama mengatur lalulintas.

“Pengalaman tahun lalu, begitu menjelang bulan puasa parkir kendaraan bisa memanjang hingga berkilo-kilo meter ke arah Jatiwangi dan Majalengka, tepatnya dari toko hingga ke Mapolsek. Makanya kami terus berjaga siang malam, selain melakukan penjagaan terhadap keamanan wilayah dan di pusat perbelanjaan juga menjaga keamanan kendaraan serta mengamankan arus lalu lintas. Pokoknya begitu memasuki bulan puasa sudahlah kita siaga terus di sana,” kata Kustadi.***