MAJALENGKA, (KC Online).-

Kejaksaan Negeri Majalengka memusnahkan narkoba jenis daun ganja kering seberat 480 gram, sabu-sabu, belasan ribu pil dextro, tramadol, diazepam dan air soft gun satu buah. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di halaman Kejari Majalengka, Kamis (18/5/2017).

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, Iwa Suwia Pribawa, pemusnahan narkotika tersebut berdasarkan surat perintah No.Print:/6333/Euh.2/05/2017 yang kasusnya sudah memiliki kekutan hukum tetap.

“Obat-obatan yang dimusnahkan sekarang ini adalah hasil sitaan dari para pengedar yang pelakunya sudah menjalani proses hukum, kini mereka sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas B Majalengka. Kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap sehingga seluruh barang bukti sudah bisa dimusnahkan,” ungkap Iwa.

Belakangan ini ada kecenderungan di masyarakat pengguna narkoba mereka memilih obat-obatan kesehatan untuk mabuk-mabukan atau menghilangkan rasa stres, sebagai pengganti jenis narkotika lain yang dianggap harganya mahal. Sedangkan obat-obatan kesehatan harganya lebih murah namun epek dampaknya sama kuatnya.

Mendukung

Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka, Karna Sobahi mendukung pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Majalengka, peredaran narkoba semakin hari semakin meresahkan masyarakat, dan korbannya kebanyakan anak muda. “Ada filosofi yang terselubung tentang narkotika karena mempunyai efek yang luar biasa. Untuk itu diperlukan gerakan massa yang luar biasa dari semua pihak untuk memerangi narkotika ini,” kata Wakil Bupati Karna Sobahi.

Dari mengonsumsi narkoba tidak hanya berdampak mabuk dan membuat tak sadar penggunanya namun juga berdampak lain. Kejahatan sosial seperti pencabulan atau pencurian dan kejahatan lainnya terkadang muncul setelah pelakunya mabuk obat atau minuman. Untuk itu, peredaran obat-obatan dan minuman keras harus benar-benar diminimalisasi.

“Kami mendapat informasi beberapa ari lalu kejahatan perkosaan yang menimpa salah seorang siswa dengan beberapa pelaku ternyata mereka dalam pengaruh mabuk obat dan minuman,“ ungkap Wabup.

Bila sekarang pemusnahan obat hingga ribuan, itu menunjukkan peredaran obat terlarang di Majalengka sudah cukup memprihatinkan. Padahal Majalengka sebetulnya kota kecil yang dikenal agamis harusnya kondisi ini berkorelasi dengan minimnya peredaran narkoba atau minimnya tindak kejahatan.

“Semua pihak harus terlibat dalam pemberantasan obat terlarang dan memiliki peran aktif dalam menghilangkan tindak kejahatan,” ungkap Karna Sobahi.(Tati)