INDRAMAYU, (KC Online).-

Jajaran Satreskrim Polres Indramayu berhasil membekuk Ik alias Iwang alias Ujang (22 tahun), warga Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (18/5/2017). Pasalnya, Ujang terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan terhadap Nurjaman (20 tahun), warga Desa Ilir, Kecamatan Kandangahaur, hingga tewas.

Selain Ujang, polisi juga memburu temannya yang sama-sama melakukan perbuatan tersebut.
“Tersangka sempat kabur selama empat bulan setelah melakukan perbuatannya yang lokasinya berpindah-pindah.

Sebelumnya, anggota Reskrim mengejarnya hingga ke wilayah Tangerang, Banten. Namun berhasil diamankan saat berada di Kabupaten Sukoharjo, Jawa tengah,” kata Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Eko Sulistyo B didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Dadang Sudiantoro.

Masih dituturkan Eko, jajaranya kini masih melakukan pencarian terhadap pelaku lainnya yang identitasnya sudah diketahui polisi. Sedangkan barang bukti yang diamankan antara lain sebuah HP, balok kayu, beberapa pakaian, jam tangan, gelang karet, dan sebuah kalung terbuat dari stainless.

“Pengungkapan ini hasil penyidikan jajaran kami setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi. Akibat perbuatannya, tersangka diancam hukuman penjara lebih dari 15 tahun karena melanggar pasal 338 KUHPidana Jo 365 KUHPindana Jo 170 KUHPidana,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mayat ditemukan di pabrik penggilingan padi diduga dibunuh, Sabtu (7/1/2017) silam. Jasad yang ditemukan warga itu adalah Nurjaman (20 tahun). Saat ditemukan, tubuh korban sudah membusuk dengan kondisi terlentang dan wajahnya sulit dikenali.

Penemuan mayat itu sempat menggemparkan warga desa. Pasalnya, sebelum ditemukan menurut beberapa saksi korban sudah empat hari tidak pulang ke rumahnya. Bahkan keberadaannya itu sempat pula ditanyakan oleh saudara dan kerabatnya kepada sejumlah temannya.

Dari keterangan yang diperoleh jika sebelumnya korban pernah datang ke sebuah bengkel motor di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur untuk memperbaiki sepeda motor. Saat perbaikan itu, tiba-tiba korban dikeroyok. Merasa kepepet, sehingga korban lari ke arah pabrik penggilingan padi yang terletak di Blok 1 Desa Karanganyar.(Udi)