KUNINGAN, (KC Online).-

Hingga saat iniĀ  terdapat puluhan desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kuningan yang belum tersentuh sinyal selular “blank spot” (tak ada sinyal selular). Sehingga perangkat komunikasi telefon selular tidak bisa berfungsi di desa tersebut.

karaoke-room

“Sedikitnya masih ada 44 desa di Kuningan yang masuk wilayah ‘blank spot’. Tapi mudah-mudahan nanti jumlah desa yang masuk wilayah ‘blank spot’ itu bisa dikurangi dengan harapan semua desa di Kuningan dapat tercakup sinyal selular. Salah satunya dengan cara pembangunan menara-menara selular di wilayah-wilayah tersebut,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Tedy Suminar didampingi Sekretaris, Rosjani Sekarwati, kemarin.

Dikatakan Rosjani, beberapa desa di Kecamatan Subang, Ciniru, Cilebak, Selajambe tercatat sebagai wilayah yang belum tersentuh sinyal selular. Termasuk pula wilayah yang berada di sekitar Kecamatan Pasawahan.

Salah satunya penyebabnya mungkin karena daerah tersebut berupa lembah atau cekungan sehingga sinyal selular tak ada.

“Dulu saat saya dinas di Disdukcapil, pengiriman data kependudukan dari wilayah sana (Pasawahan) sangat sulit kalau mengandalkan akses internet yang memanfaatkan jaringan selular. Kalau pakai Visat (jaringan satelit), baru bisa. Sehingga data kependudukan dibawa secara manual ke kantor Disdukcapil,” tuturnya.

Sebenarnya, sambung Rosjani, untuk mengakses internet akan lebih mudah dan cepat kalau memanfaatkan jaringan fiber optik ketimbang mengandalkan menara selular. Namun untuk membangun jaringan fiber optik ke daerah-daerah yang masih “blank spot” tidak mudah, karena memerlukan biaya yang tinggi. Mengingat jaringan fiber optik ditanam dalam tanah, bukan berupa kabel yang melintang di udara.

Lebih lanjut dikatakannya, tahun depan akan ada program pembangunan jaringan fiber optik yang digagas dan bersumberkan anggaran dari APBD provinsi. Yakni berupa program e-Ducthing dengan anggaran mencapai miliaran rupiah.

“Namun program itu baru akan dilakukan di Kuningan kota saja, belum sampai ke wilayah lainnya. Dengan pembangunan jaringan fiber optik ini akan mengurangi kesemrawutan kabel-kabel yang melintang di udara. Nantinya jaringan ini pun bisa disewa oleh para operator telepon selular sehingga mereka tak perlu membangun lagi jaringan yang sama,” katanya.(Raharja)

susi-arzetty