INDRAMAYU, (KC Online).-

Jajaran Satreskrim Polres Indramayu kembali menggerebek arena judi, Jumat (9/6/2017) sekira pukul 01.00 WIB. Kali ini di teras rumah warga di Desa Rancahan, Blok Plasah, Kecamatan Gabuswetan. Petugas menyita barang bukti uang pasangan judi kartu remi sebesar Rp 2.437.000 dan satu set kartu remi.

Pelakunya adalah War alias Wayo (48 tahun), asal Desa Manggungan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Lalu, Das (62 tahun), asal, Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kebupaten Indramayu, Ketiganya yakni Sur (35 tahun), warga Desa Karangmulya, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Para pelaku tersebut digelandang ke Mapolres Indramayu bersama barang buktinya.

Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Polisi Arif Fajarudin melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi Dadang Sudiantoro didampingi Kasubag Humas, Ajun Komisaris Polisi Heriyadi MD. membenarkan penggerebekan yang dilakukan jajarannya.

Penggerebekan itu berawal saat sejumlah petugas tim Resmob Satreskrim Polres melaksanakan operasi penyakit masyarakat (pekat) dalam rangka cipta kondisi bulan Ramadan dengan sasaran perjudian.

Tak lama kemudian, salah satu anggota mendapatkan informasi dari masyarakat yang tak mau menyebutkan namanya. Orang ini melaporkan adanya sekelompok orang yang melakukan perjudian kartu remi di Desa Rancahan, tepatnya di Blok Plasah, Kecamatan Gabuswetan.
“Usai menerima informasi berharga itu, selanjutnya anggota menuju lokasi yang disebutkan untuk mengecek kebenarnanya.

Ternyata di tempat itu ada beberapa orang sedang bermain judi taruhan uang menggunakan kartu remi. Para pemain yang sedang asik berjudi di teras rumah warga ini langsung ditangkap bersama barang buktinya,” papar Dadang.

Ketiga pelaku sempat hendak melarikan diri, namun petugas segera menangkapnya dan dibawa ke Mapolres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan. Saat menjalani pemeriksaan, mereka mengakui perbuatannya dengan alasan mengisi waktu makan sahur. “Akibat perbuatannya yang melanggar Pasal 303 KUHPidana, mereka terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun,” katanya.(Udi)