Puasa di Bulan Ramadhan merupakan perintah agama (Islam). Jika dijalankan secara benar seusai pedoman, puasa Ramadhan dapat menunda penuaan. Dengan berpuasa atau mengurangi masukan kalori serta mencegah tubuh kemasukan zat makanan yang berbahaya, berakibat memperlambat usia penuaan. Hal ini memperpanjang usia harapan hidup.

Saat berpuasa terjadi penurunan tekanan darah, berat badan dan denyut jantung. Begitu juga dengan beberapa jenis hormon, seperti hormon tiroid (T3, T4), insulin (kadar insulin turun) namun kerja insulin yang ada lebih efektif.

Selain itu, respon tubuh juga lebih baik terhadap insulin , sehingga kadar gula darah turun selama puasa. Terdapat peningkatan beberapa jenis hormon, seperti Human Growth Hormon (HGH), yang dikenal sebagai hormon awet muda. Di mana, hormon ini akan meningkatkan regenerasi sel, peremajaan sel-sel tubuh sehingga seseorang akan lebih muda.

Bagi mereka yang mengalami gangguan tidur dan stres, maka dengan berpuasa terjadi peningkatan hormon melatonin yang dapat membantu mengatasi problem tidur serta mengurangi stres. Selain itu, melatonin merupakan hormon anti penuaan, sehingga Anda terlihat dan merasa lebih muda, dapat mencegah terjadinya kanker serta kepikunan (alzheimers).

Kemudian, dapat memicu peningkatan hormon pertumbuhan (HGH=Human Growth Hormone), yang merupakan hormon utama dalam penuaan sel. Daya tahan tubuh juga meningkat yang ditandai dengan meningkatnya fungsi hormon immune, terutama limfosit dan limfokin.

Meningkatnya kadar imunoglobulin, meningkatnya sel pembunuh sel kanker (natural killer cell activity, sebagai dasar bagi para ahli yang memakai metode puasa untuk terapi kanker), meningkatnya kadar monosit yang dapat membunuh bakteri, serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Obati alergi

Bagi mereka yang menderita elergi juga akan membaik, karena selama berpuasa terjadi peningkatan hormone cortisol, glucagon dan norepinefrin. Selain peningkatan fungsi hormone immune tersebut di atas, kesemuanya dapat mengurangi atau mengobati alergi.

Penelitian dilakukan di Rusia oleh seorang ahli biokimia yang bernama Fladimir Nikitin, yang melakukan penelitian pada tikus. Sekelompok tikus yang mempunyai usia rata-rata 2,5 tahun setelah tidak diberi makan beberapa saat (berpuasa) maka akan mempunyai umut lebih panjang menjadi rata-rata 4 tahun, dibanding dengan kelompok tikus yang tidak makan tetap berusia sekitar 2,5 tahun. Pada penelitian tersebut disimpulkan dengan berpuasa proses penuaan dapat ditunda.

Berpuasa ternyata juga meningkatkan hormon produksi. Penelitian yang dilakukan di Amerika terhadap sekelompok ayam petelur yang tidak produktif lagi. Setelah tidak diberi makan beberapa hari, lalu diberi makan seperti biasanya, ternyata dapat bertelor kembali dalam waktu yang lebih singkat dan jumlah telor lebih banyak dari biasanya.

Dari uraian di atas, terlihat jelas bagi mereka yang melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan sesuai pedoman yang tepat, tentu dapat menunda penuaan, badan dan jiwa yang sehat. Namun demikian, niat puasa Ramadhan jangan dibelokkan, harus dikembalikan sesuai tuntutnan agama yaitu karena Allah SWT.***

*Dokter di RS. Permata Cirebon