illustrasi

KUNINGAN, (KC Online).-

Sedikitnya 29.000 kepala keluarga (KK) dari kalangan tidak mampu di Kabupaten Kuningan, hingga saat ini belum menerima dana dari Program Keluarga Harapan (PKH) tahap II. Padahal Juni ini sudah masuk ke dalam triwulan kedua masa pencairan dana PKH.

Koordinator Kabupaten Program PKH, Endi Suhendi, mengungkapkan, dari empat tahap penyaluran dana PKH untuk 2017, baru tahap I saja yang telah cair pada Maret-April . Sementara untuk tahap II yang dijadwalkan Juni ini belum diterima. “Yang ngatur pusat (pemerintah pusat), kami hanya fasilitator.

Pencairan dana PKH tahap II memang diagendakan Juni ini. Kalau Juni belum cair, mungkin nanti Juli. Pokoknya antara Juni-Juli lah. Keterlambatan ini terjadi karena ada perubahan pihak penyalur, dari awalnya lewat PT Pos ke Bank BNI, katanya.

Menurutnya, proses penyaluran dana PKH langsung dikirimkan ke rekening masing-masing warga penerima, dengan jumlah keseluruhan dana mencapai Rp 1.830.000.

Kemudian warga tinggal pergi ke bank yang ditunjuk atau melalui anjungan tunai mandiri (ATM) untuk mengambil dana tersebut.
“Dana dengan total sebesar itu tidak diberikan sekaligus, namun bertahap per triwulan. Untuk tahap I hingga III masing-masing Rp 500 ribu. Terakhir nanti pada tahap IV, Rp 330 ribu,” katanya.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kuningan, Edi Supriadi, membenarkan bahwa penyaluran dana PKH tahap II belum terealisasi. Namun dirinya tidak mengetahui penyebab hal itu terjadi, karena PKH merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Pemberdayaan warga

Digulirkannya PKH yang jumlahnya mencapai Rp 33 miliar untuk 2017, kata Edi, untuk mensejahterakan masyarakat miskin, melalui pemberian dana yang dapat digunakan untuk mengarungi beban kehidupan sehari-hari penerimanya.

“Meski jumlah dana PKH yang disalurkan untuk masing-masing penerima relatif tidak besar, namun diharapkan bisa berguna bagi warga penerima,” ujarnya.(Raharja)