Sampah yang dibuang ke sungai akan menimbulkan persoalan baru/KC Online.*

GUNUNG JATI, (KC Online).-

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melayangkan surat protes terkait sampah di TPA Ciledug yang jatuh ke Sungai Cisanggarung dan akhirnya mengalir hingga ke Brebes yang berada di wilayah Jateng. Surat protes ini dilayangkan ke Pemprov Jabar beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Anang Sudarna mengatakan, Pemprov Jabar belum bisa berbuat apa-apa saat ini terhadap protes yang dilayangkan Pemprov Jateng tersebut, sebab persoalan sampah di TPA Ciledug merupakan wewenang Pemerintah Kabupaten Cirebon. Pihaknya pun sudah menembuskan surat tersebut kepada Pemkab Cirebon dan berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon segera mengambil tindakan.

“Mungkin saking banyaknya sampah yang masuk ke Sungai Cisanggarung, hingga akhirnya sampah terbawa banyak ke daerah Jateng, hingga Pemprov Jabar melayangkan surat protes kepada kami. Tapi kami kan tidak bisa berbuat apa-apa atas hal ini, semuanya kewenangan Pemkab Cirebon,” kata Anang di sela kegiatan penanaman mangrove di Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Minggu (30/7/2017).

Menurutnya, sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, maka sampah yang berada di suatu daerah maka merupakan kewenangan daerah tersebut.

“Kami sendiri belum tahu apa penyebab Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon yang belum juga ambil tindakan, apakah mereka sudah angkat tangan atau bagaimana? Sebaiknya surat dari Pemprov Jateng itu direspon segera. Saran kami di Dinas Lingkungn Hidup Jabar sebaiknya libatkan masyarakat sebagai penghasil sampah dalam mengelola sampah,” kata Anang.

Menurutnya, dilibatkannya warga antara lain bisa dalam bentuk diaktifkannya bank sampah atau semacamnya, sehingga sampah pun bisa menjadi ladang uang.
“Hidupkan budaya gotong royong, masyarakat mau tidak mau harus dilbatkan, sebab kalau hanya ditanggung Pemkab Cirebon sendiri akan berat. Sebaiknya surat itu direspon oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon,” katanya.

Sementara itu, menjawab persoalan sampah di Wilayah III Cirebon, Anang mengungkapkan, di tahun ini detail engineering desain untuk TPA regional akan dilakukan. Direncanakan TPA regional ini akan dibuka di Kecamatan Ciwaringin dengan nilai fantastis, Rp 33 triliun.

“Totalnya memang cukup besar, yakni Rp 33 triliun. Pemprov Jabar tidak ingin main-main, kita akan buka TPA regional dengan kapasitas yang cukup besar di atas lahan hingga 60 hektare,” katanya.

Lahan Perhutani