KUNINGAN, (KC Online).-

Sekolah Menengah Atas (SMAN) 3 Kuningan menduduki passing grade tertinggi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018.

Hal itu terungkap dari pengumuman sementara PPDB online secara terbuka melalui website Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Senin (10/7/2017), khusus di wilayah Kabupaten Kuningan.

Dari 196 orang siswa yang diterima, skor tertinggi hasil penambahan nilai Ujian Nasional (UN) dengan nilai jarak sesuai zonasi, ditempati siswi asal SMPN 1 Karawang Barat, Sherly Aurrellyna dengan skor 330.50 dan skor terbawah dari SMPIT Al-Mutazam, Bryan Firstio Chantiago dengan nilai 250,50.

Passing grade tertinggi kedua ditempati SMAN 1 Cilimus yang menerima 260 siswa dan enam di antaranya adalah pendaftar pilihan kedua. Skor tertinggi yang mendaftar ke sekolah tersebut adalah asal siswi SMP Islam Al Azhar 9, Qonita Hanafiah 337,50 dan terendahnya asal siswa MTs PUI Cilimus, Hafiz Mauliddin 235,00. Peringkat ini tidak disangka-sangka.

SMAN 1 Kuningan yang juga menerima pilihan kedua sebanyak 12 orang dari total 216 siswa, passing grade-nya berada di posisi ketiga dengan skor tertinggi 337,00 tas nama Afni Alifia Agustin asal SMPN 1 Kuningan, dan terendahnya ditempati Widiani Safitri 219,50 asal SMPN 2 Kuningan.

Passing grade keempat ditempati SMAN 1 Kadugede yang menerima 216 siswa dan menerima 60 siswa dari pilihan kedua. Skor tertinggi asal siswi SMPN 7 Kuningan, Ajeng Raful Azmi 314,50 dan terendahnya siswi SMPN 1 Kadugede, Nur Alia 204,00.

Passing grade kelima SMAN 1 Luragung yang menerima 287 siswa dan enam siswa di antaranya adalah pemilih kedua. Skor tertingginya ditempati siswa SMPN 1 Luragung, Aisyah Cinta Putri Wibawa 312,00 dan terendahnya siswa SMPN 1 Luragung, Majid Kurniadi 202,50.

Sedangkan passing grade SMAN 2 Kuningan yang sebelumnya merupakan sekolah terpavorit, mengalami kemerosotan tajam karena tidak lagi berada di peringkat pertama.

Dua orang dari 213 siswa yang diterima, adalah siswa yang melakukan pilihan kedua. Skor tertingginya diduduki siswa SMPN 1 Kuningan, Dara Alisha 369,00 dan terendahnya juga siswi SMPN 1 Kuningan, Syifa Aulia Ramadhanty 188,50.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kuningan, H Jaja Subadja, mengatakan, prinsip PPDB online tahun 2017 adalah transparansi dan keadilan bagi masyarakat.

Karena baru pertama kali, akhirnya membuat pendaftar bingung akibat belum meratanya informasi.

Terkait sekolah favorit terkesan kekurangan siswa, menurut Jaja, bisa terjadi karena mencari aman sehingga mendaftarkan diri ke sekolah yang sekiranya langsung diterima serta siswa memilih sekolah didasarkan pada pertimbangan minat dan passing grade tahun lalu. Jadi, pendaftar menumpuk di sekolah tertentu.

“Sebenarnya ini merupakan fenomena yang baik sebab siswa-siswa yang pintar hampir menyebar di seluruh sekolah, sehingga akan berdampak meratanya mutu SMA di wilayah Kabupaten Kuningan. Tinggal bagaimana proses pembelajaran sebaik mungkin untuk menghasilkan lulusan berkualitas sehingga kita tunggu hasilnya 3 tahun yang akan datang,” tuturnya.(Yan)