Ilustrasi/KC Online.*

DI era modern seperti sekarang ini, pepatah ‘cinta ditolak dukun bertindak’ tampaknya masih cukup relevan. Sebab, dunia klenik yang berhubungan dengan ilmu pelet masih banyak peminatnya. Bahkan di daerah-daerah tertentu terutama pedalaman, ilmu pelet masih digunakan dan ada juga yang dijadikan komoditas untuk meraup rupiah.

Diakui atau tidak, ilmu pelet memang ada di segala zaman, dan mungkin akan selalu ada sampai dunia ini berakhir. Sebagai orang yang memiliki iman tentu tidak akan berhubungan dengan ilmu hitam apapun, termasuk pelet.

Dalam ajaran agama Islam sendiri, sudah jelas hukumnya haram dan tergolong sebagai perbuatan musyrik, tetapi tetap saja ada orang-orang yang melakukan sihir untuk menguasai manusia lain, salah satunya adalah pelet.

Pelet sendiri adalah ilmu gaib yang mempengaruhi alam bawah sadar seseorang untuk mencintai orang yang memeletnya/ menjampi-jampinya dengan mantra tertentu. Sungguh banyak rumah tangga yang rusak akibat sihir jenis ini.

Mereka yang terkena pelet atau guna-guna, akibatnya bagi mereka yang sudah berkeluarga tentu sangat fatal dan bisa berakhir perceraian serta terlantarnya anak-anak. Namun perlu diingat, karma akan selalu ada dan pelakunya pasti akan menerima akibat dari melakukan ilmu pelet. Di samping itu, sesuatu yang dipaksakan tentu ujungnya tidak akan baik.

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”.

Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Baqoroh : 102)

Ciri-ciri seseorang yang terkena pelet, baik laki-laki maupun perempuan:

1. Rasa cinta yang menggebu-gebu di luar kewajaran terhadap seseorang padahal mungkin dulu sangat dibencinya.

2. Keinginan yang sangat kuat untuk memperbanyak jima’/hubungan intim.

3. Rasa rindu yang amat sangat untuk selalu bertemu orang yang memeletnya.

4. Sering sakit, pusing yang berkepanjangan, sakit kepala, juga sakit terutama di daerah pundak, sakit lambung tanpa ada sebab secara medis.

5. Sering mengeluarkan air mata tanpa sebab, terutama ketika membayangkan wajah orang yang memeletnya.

6. Terobsesi dan bersedia melakukan apapun yang diperintahkan orang yang memeletnya.

7. Merasa sakit atau tidak nyaman, namun rasa tersebut hilang ketika bertemu dengan yang memeletnya.

8. Mulai kehilangan selera makan dan lebih banyak menyendiri/memikirkan orang yang memeletnya.

Yang paling penting untuk mencegah sihir pelet menimpa pasangan hidup atau keluarga kita, adalah dengan memperkuat amalan ibadah dan mendekatkan diri pada Allah dengan perbanyak dzikir, ibadah sunah, dan tentu saja senantiasa membersihkan hati dari berbagai energi negatif seperti dendam, amarah, dan prasangka buruk. Wallaahualam.

Cara Pengobatan Pelet dan Sihir

Dalam dalam konsep Islam, tiap-tiap yang bermasalah ada penyelesaiannya. Tiap-tiap penyakit ada penawarnya. Islam telah membuat beberapa solusi untuk mengatasi penyakit karena sihir dan guna-guna.

Di antara metode yang pernah dipraktikkan untuk mengobati sihir dan guna-guna adalah seperti berikut.

1. Mandi dengan air yang telah dicampur daun bidara.

Persiapan: Siapkan 7 daun bidara yang masih hijau, dan seember air yang cukup untuk mandi.

Caranya:

a. Haluskan daun bidara dengan ditumbuk, dan campurkan ke dalam air yang telah disiapkan.

b. Baca ayat-ayat berikut di dekat air (di luar kamar mandi):

1) Baca ta’awudz: a-‘uudzu billahi minas syaithanir rajiim
2) Ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
3) QS. Al-A’raf, dari ayat 117 sampai 122
4) QS. Yunus, dari ayat 79 sampai 82
5) QS. Taha, dari ayat 65 sampai 70
6) Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
7) Minumkan air tersebut di atas 3 kali (bisa gunakan gelas kecil)
8) Gunakan sisanya untuk mandi.
9) Cara seperti ini bisa dilakukan beberapa kali, sampai pengaruh sihirnya hilang.

(Metode ini disebutkan oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthani dalam buku beliau Ad-Dua wa Yalihi Al-Ilaj bi Ar-Ruqa, Hal. 35).

2. Membaca beberapa ayat Al Qur’an kemudian ditiupkan

Caranya:

Baca surat Al-Fatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.

Ulangi sebanyak 3 kali atau lebih.

Baca ayat-ayat di atas, sampil ditiupkan dan diusapkan ke bagian tubuh yang sakit.

Baca doa-doa ketika menjenguk orang sakit.

Mencegah Pelet dan Sihir

1. Melaksanakan setiap kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan, dan menjauhi setiap yang dilarang, serta bertaubat dari setiap perbuatan dosa dan kejelekan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu :

يَا غُلاَمُ ! إنِي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ ، احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ…

“Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu…” (HR. Tirmidzi)

2. Tidak membiarkan anak-anak berkeliaran saat akan terbenamnya matahari. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Jika malam telah masuk -jika kalian berada di sore hari-, maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka”. (HR. Bukhari Muslim)

3. Membersihkan rumah dari patung-patung, binatang yang diawetkan dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal di atas. Demikian juga dibersihkan dari piranti-piranti yang melalaikan, gitar, piano, seruling dan musik.

4. Memperbanyak membaca Al Qur`an dan manjadikannya sebagai dzikir harian. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah” (HR. Muslim)

5. Membentengi diri dengan doa-doa dan ta’awudz serta dzikir-dzikir yang disyariatkan, seperti dzikir pagi dan sore, dzikir-dzikir setelah shalat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur, do’a ketika masuk dan keluar rumah, do’a ketika naik kendaraan, do’a ketika masuk dan keluar masjid, do’a ketika masuk dan keluar kamar mandi, do’a ketika melihat orang yang mandapat musibah, serta dzikir-dzikir lainnya.

Ibnul Qayyim berkata,”Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahwat yang senanantiasa bergantung kepada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak, orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman, dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak memiliki bagian sama sekali dari dzikir-dzikir Ilahi, doa-doa, dan ta’awwudzaat nabawiyah.” (Zaadul Ma’ad 4/116)

6. Memakan tujuh butir kurma ‘ajwah setiap pagi hari. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

“Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Selalu berdzikir atau ingat kepada Allah SWT. Kita juga disarankan untuk selalu eling atau waspada dan pikiran jangan sampai kosong. Sebab pikiran yang kosong sangat mudah dimasuki energi negatif. Bahkan semua orang yang kerasukan jin berawal dari pikiran yang kosong.

Hanya pada Allah lah tempat kita berlindung dari segala bentuk marabahaya dan kedzaliman. Semoga kita dihindarkan Allah SWT dari segala macam ilmu hitam yang ada di sekitar kita. (pelangimuslim/kabarmakkah/KC Online)